Friday, August 19, 2011

Ai : Dunia Yang Bercerita Dalam Diam.


Tidak seperti saya yang mencari nafkah dengan berteriak setiap hari, bermodalkan suara yang kadang serak kadang sumbang, berbekal teknologi dan teknik penyampaian yang diusahakan ngga bikin ngantuk, teman serumah (suami saya) lebih banyak berbicara dalam hati dan dituangkan dalam laporan kerja.

Mungkin karena itu juga, kemampuannya bercerita dengan tulisan semakin berkembang dari hari ke hari. Melalui Blog yang dia kelola sejak 4-5 tahun ke belakang, eksistensinya sebagai blogger semakin terukir dengan banyaknya 'hadiah' yang ia dapat. Padahal awalnya dari mengirim TTS dengan hadiah Rp. 10.000,- di tahun 80-an. Tahun 90-an mulai berani kirim karya gambar dan artikel tentang kegiatan sekolah. 2000-an dia mulai kenal internet dan nge-Blog. Keadaan ini semakin eksis waktu dia punya BeBeh dan mulai terhubung dengan jejaring sosial eFBeh dan twitter. Alhasil, sampai hari ini, mulai dari goody-bag, gadget, perjalanan gratis, sampe bantuan renovasi rumah dia dapat.

Yang paling baru ia terpilih sebagai salah satu dari 60 orang petualang ACI dari 80.000! bukan main. Tulisannya tentang kekayaan alam Indonesia Timur dan kepiawaian nya berbicara meyakinkan para dewan penilai membuatnya (akan) bertualang di Serambi Mekkah, Aceh. Senangnya..

Buat saya, orang yang selama ini ada di sampingnya, tentu saja ikut bangga. Menyebutnya sebagai Hokki guy bisa jadi diartikan juga bahwa dia sangat beruntung punya istri saya (hahaha). Saya dukung dia sepenuhnya, jarang saya ganggu waktu dia sibuk apdet status atau twit ikut lomba berhadiah or sekedar RT-RT an... 'tul, saya memang kurang punya waktu untuk terus hang-out di dunia maya. Hanya sekedar tahu dan say hello sama teman-teman, menulis sedikit mencuri waktu yang tersita habis setiap harinya (jika habis menulis, besoknya pasti ngantuk berat). Namun belakangan keasyikan my honey buny membuatnya 'lupa' untuk bilang "aku ada dimana..bersama siapa..kapan pulangnya..." (xixixi kayak lagu aja..) malah teman yang "follow" twit nya dan punya gadget nya lebih tau sedang apa dia at present.. detik itu!

Hmm... musti gimana ya? So... jadi teman eFBeh nya dan Follow his twitter laaahhh... betul-betul luar biasa, bisa ikut perjalanannya, pekerjaannya, bahkan curhatnya walaupun dalam diam.. thanks to social network buat jasanya... :D

Friday, August 5, 2011

STATUS UPDATE.

"my new car"... sambil si empunya bergaya di depan seuah mobil mewah.
"my baby"...sambil menimang si kecil yang lucu dan menggemaskan.
"the journey"... sambil wall nya dipenuhi gambar pemandangan tempat yang dikunjungi.
kadang-kadang juga tanpa disertai gambar:
"aduuuhhh... tukang parkir kurang berpendidikan *bahasa yang diperhalus* mobil gw sampe naek ke trotoar"...
atau
"eh si ibu anu sertifikasi nya udah cair tuhh... ayo kita minta traktiran..."

Dari beberapa status di wall FB di atas, mungkin ada beberapa yang kita anggap narsis, ada juga yang kita anggap pamer atau ga penting, tapi ada juga status yang sekedar berbagi kebahagiaan. Beberapa waktu lalu saya sempet kena protes katanya kalo saya udah bikin status ga pernah dibaca komen dibawahnya yang akhirnya tak berbalas. Padahal sebetulnya saya kadang senyum kadang mengernyitkan dahi, kadang berfikir dalam dalam menanggapi sebuah komen atas status saya. Namun bagaimanapun komen pada status saya, tetap saya usahakan balas dengan senyum dan senyum lebar... :) :D.....

Mungkin saya termasuk 'save player' dalam membuat status. Masih mempertimbangkan bagaimana perasaan orang lain saat baca status kita. Sangat menghindari narsis dan sombong, coz, apa sih yang mau kita sombongkan? kalo narsis, segitu merasa seperti artis kah kita sehingga pantas buat narsis?
Nope, kebanyakan status saya berisi curhat ringan atau sekedar laporan selayang pandang seperti keadaan cuaca, kegiatan sehari-hari, kelucuan fika dan ilham, atau berupa pesan or quote umum.. standar lahh, saking biasanya, jarang mengundang orang lain untuk berkomentar... :D

Karena cari aman juga, jarang saya berkomentar buat orang-orang yang saya anggap tidak kenal betul dengan saya. Cukup ikut merasa senang dengan kegiatan teman-teman yang punya karier bagus, anak2 yang lucu, melakukan perjalanan keliling dunia atau berita menggembirakan lainnya. Untuk status2 yang saya anggap kurang penting, saya jadi berfikir untuk meng-hide statusnya supaya mengurangi beban saya untuk mengerenyit *supaya ngga cepet keriput...ehehe. Intinya selalu melihat dari kacamata positif bahwa si pemilik status tak pernah berfikir sedikitpun untuk menyombongkan diri. Kebutuhan dia beraktualisasi dan menetapan di status sosial mana dia berada selalu saya hargai bagaimana pun cara dan bentuknya.

Tapi pernah juga saya ditegur seseorang karena status saya yang... "ingin cari sekolah yang jujur buat anakku...." katanya takut nanti gara-gara status itu nasib saya bisa jadi sperti mbak Prita dan RS Omni... mmm... saya sekali lagi tetap hargai pendapatnya sambil terus bertanya, dimana salahnya status itu? darimana sebenarnya orang yang menegur saya tadi memandang status itu sebagai sesuatu yang 'membahayakan'....? jadi mengerenyit lagi nih... ----.----