Sunday, April 26, 2009

I've met wonderwomen..

Hari udah sore, menjelang pukul 5. Dua bis Trans Pakuan yang akan berangkat penuh, seat terisi semua, mungkin karena weekend, banyak mahasiswa IPB yang mau pulkam. Saya akhirnya memutuskan untuk menunggu bis berikutnya supaya Ilham dan kakaknya bisa lebih nyaman. Lama menunggu, bis yang pertama sudah pergi, tinggal bis yang kedua. Ilham mulai minta naik ke bis, ia terus merengek, kepaksa deh saya bawa jalan bolak-balik di pool, persis kangguru, tapi masih rewel juga.

Akhirnya pada saat menjelang pergi, ada 2 mahasiswa cantik dalam bis manggil saya,
"Bu, ada 2 tempat duduk.." (rupanya mereka rela berdiri)
"Aduuuh.. makasih", saya cepat-cepat masuk ke bis yang langsung meluncur pergi..

Saya lalu memperhatikan wonderwomen yang sudah merelakan tempat duduknya. Cantik-cantik, berkerudung pula. Doa pengharapan pun meluncur dalam hati, 'semoga adik-adik yang manis itu diberi kemudahan dalam hidupnya seperti mereka memberi kemudahan buat saya dan anak-anak'.... amieeennn

Tuesday, April 21, 2009

Menyenangkan hati orang lain.

Ayah Ilham malam kemarin pulang dengan mainan tools dari plastik. Sadar akan bahaya kalo Ilham selalu tertarik buat bongkar toolbox yang isinya bukan buat anak toddler. Sayangnya Ilham udah bobo dan ga bisa liat mainannya yang baru, biarpun akhirnya memang terbangun, tapi dia terlalu ngantuk buat main lagi.

Pagi harinya begitu Ilham buka mata, langsung deh Ayah Ilham kasih tahu mainan yang baru dibelikannya plus tips cara memperbaiki roda mobil mainannya menggunakan kunci inggris. Ilham mengambil tang warna merahnya lalu bilang "Ayah..." sambil menunjukkannya pada saya, maksudnya tang itu mainan Ayahnya.. terus dia mengambil kunci inggris dan mulai memperbaiki roda mobil mainannya, persis yang dilakukan ayahnya.

Apa yang dilakukan Ilham, menyenangkan hati Ayahnya. Ayahnya pasti berfikir, 'mainan yang saya belikan disukai banget sama Ilham'. Dan dia pasti berfikir untuk membelikan mainan lain kalo ada rezeki karena dia bilang; "Palu nya belum ada."

Berbuat menyenangkan hati orang lain ternyata udah bisa dilakukan sama anak sekecil Ilham. Mungkin setiap orang waktu kecil seperti Ilham, punya kemampuan untuk berusaha menyenangkan hati orang lain. Namun setelah besar seringkali kemampuan ini menghilang seiring dengan keinginan buat eksis dan DIDENGAR bukan MENDENGAR.

Ketika Ayah Ilham pergi ke kantor, mainan baru Ilham tergeletak begitu saja. Ilham malah mencari mainan lain yang lebih ia sukai. Tapi Ayahnya tetap berfikiran tools yang baru ia belikan adalah mainan favorit Ilham dan pergi dengan hati yang senang.

Menyenangkan hati orang lain bukan berarti kita berbohong pada diri sendiri. Atau kalo istilah dalam manajemen ABS (Asal Bapak Senang). Setiap pendapat orang punya hak untuk kita pertimbangkan. Kadang kalo merasa pendapat orang lain tidak sesuai dengan pendapat kita langsung kita TOLAK. Atau kalo orang lain punya saran dan kritik yang baik sering kita anggap sebagai usaha untuk MENJATUHKAN. Beri waktu dan kesempatan sebuah pendapat, saran dan kritik untuk kita pelajari dan ambil sarinya demi perbaikan diri. Kalaupun ingin memberikan argumen lain, berikan dengan cara yang BAIK.

Seperti Ilham, dia akan belajar untuk menyenangi mainan barunya. Satu yang pasti, hati Ayah Ilham yang senang akan membuat Ilham kelak punya mainan baru lagi.

Friday, April 17, 2009

Nak.. Kalo sudah besar...

Hari menjelang Ashar.. saya masih dalam perjalanan menuju rumah, sambil memeluk Ilham. Anakku mengoceh ga jelas sambil tengok kanan kiri seolah menikmati kemacetan, untung dia bukan anak yang rewel karena sejak umurnya 40 hari, dia udah saya bawa kemana-mana dengan kendaraan umum.

Ocehan Ilham tiba-tiba berhenti. 2 orang pemuda duduk di pintu angkot, ngamen. Tapi penampilannya ngga layaknya pengamen, lebih ke gaya PUNK. Rambut mohawk dicat, baju warna gelap (ga jelas antara hitam atau coklat tua.. saking kumelnya) dan (agak) compang camping, celana super ketat, boot... lagunya yang mereka bawain juga bukan lagu yang suka diputer sama penjual MP3 pinggir jalan, kayaknya ciptaan sendiri dengan lirik yang mungkin maunya menggigit, tapi malah jadi ga jelas.

Reaksi penumpang lain ga jauh sama reaksi Ilham. Terdiam... sedikit takut.. Angkot yang isinya 5 orang perempuan dan 2 orang laki-laki (termasuk Ilham) tiba-tiba saja jadi terasa mencekam. Dua orang tadi terus saja bernyanyi, sementara di belakang tampak beberapa teman mereka yang juga memanfaatkan kemacetan buat meneriakkan protes lewat lagu.
Setelah mereka turun dari angkot, barulah para penumpang komentar.. takut.. sayang ya ganteng2, masih muda, kuat-kuat jadi ga puguh juntrungan..

Ilham berceloteh lagi... sambil menggenggam kue donat yang tadi saya beli. Pelukan saya tambah kuat melingkupinya seraya berkata dalam hati, "Nak.. kalau sudah besar nanti, jadilah anak sholeh yang mencerahi setiap orang dengan imanmu serta menebar kebaikan dalam setiap langkahmu."

Thursday, April 16, 2009

Be A Gentlewoman b'coz I'm A Wonderwoman.

Gara-gara ga ada yang ngasuh my baby, terpaksa tiap hari dia saya angkut ke rumah my mom. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 45 menit plus-plus (plus macet de el el) saya tempuh dengan menggunakan sarana angkutan kebanggan kota Bogor, Trans Pakuan.

Seperti layaknya bus kota, lebih banyak disediakan ruang kosong untuk berdiri, sehingga dapat lebih banyak mengangkut penumpang. Karena saya naik di pool, pasti kebagian tempat duduk. Namun buat orang-orang yang naik dari halte yang tersebar di sepanjang trayek, belum tentu.
Sering saya ngga tega kalo liat orang yang sudah sepuh harus berdiri disamping pemuda yang duduk manis.

Kenapa ga saya aja yang berdiri? tindakan itu katanya harus mulai dari diri sendiri dulu kan? PERNAH kok.... and the WINNER is... seorang Ibu seusia Ibu saya dengan travel-bag. Alhasil punggung rasanya mau patah, kaki gemetar menahan beban tubuh saya (yang jauh dari kurus..) plus my baby yang beratnya waktu itu sekitar 6 kilo...
Mau sok PAHLAWAN ya? Ga tau juga.. maklum lah kadang (atau sering?) kita lupa buat mengasihani diri sendiri.

Itu baru bus kota.. buat temen-temen pengguna KRL mungkin lebih paham sulitnya kita mencari seorang gentleman. Sekali pernah saya ingin membuktikan bahwa LAKI-LAKI Indonesia "TAHAN" melihat perempuan menderita. Waktu itu saya sedang mengandung anak pertama, 7 bulan. Udah keliatan banget dong 'NDUTNYA.. saya masuk gerbong yang tempat duduknya penuh dan berdiri di depan seorang pria yang BUKAN KATEGORI LANSIA. Bukannya memberi tempat duduk, dia malah lalu pura-pura (atau beneran.. i didn't know..) TIDUR. Sampai melewati 2 stasiun.. BORO-BORO ngasih tempat duduk, melek pun ngga!

Klo kita susah dapetin GENTLEMAN, ya udah perempuan biar jadi WONDERWOMAN yang bisa jadi GENTLEWOMAN. Udah terbukti kok, perempuan LEBIH KUAT dari laki-laki. Jangan takut dibilang sok pahlawan jika tindakan kita untuk memberi kepada yang lemah tadi, kita jadiin kebiasaan. Klo masalah amal kita ga bisa nentuin, yang penting NIATnya baik.. InSyaAlloh...

Wednesday, April 15, 2009

The Cover tells us what's inside.

"DOn'T JugGe The BoOk bY iTs CoVer" ini sebenernya gara-gara kue ulangtaun yang dibawa my cousin waktu gathering minggu lalu. Penampilannya biasaaaa banget, malah cenderung kayak kue ulangtaun standar di pasar-pasar tradisional, tanpa hiasan berlebihan atau manisan cherry yang selalu jadi incaran.
Tiba potong kue.. boro-boro pengen makan, yang ada illfill waktu liat warnanya krem ga menarik.. tapi kok penasaran waktu liat yang makan kayaknya menikmati banget. Akhirnya saya lihat.. ternyata emang tekstur kuenya beda.. besar-besar dan lembuuuttt banget waktu dipotong, seperti memotong kasur busa.. ragu-ragu masuk mulut juga tu kue.. AMAZING.. baru kali itu saya rasain kue yang sensasional banget! manisnya.. PAS.. lembutnya.. PAS.. bahkan krim penghias kuenya yang biasanya saya hindari banget.. PASSS... semua orang yang makan kue itu setuju bahwa itu kue paling enak dan paling BEDA yang pernah mereka makan... hmmm.. jadi deh ambil potongan kedua.... (lha jadi kayak pa Bondan ya..).


Selidik punya selidik, ternyata tu kue dibikin sama orang yang udah nini-nini.. dan harganya jangan tanya.. black forest aja lewatt... apa sih rahasianya yang bikin tu kue enak banget? ternyata resep yang tidak diubah sedikitpun sejak beliau dapat dari orangtuanya (Kenapa taste-nya harus diubah kalo sudah SEMPURNA??), termasuk hiasannya yang sangat sederhana, bahan yang berkualitas dan dibuat dengan rasa kasih sayang... (yang terakhir sih didramatisir aja... tapi ga salah juga klo dalam membuat sesuatu itu datangnya harus selalu dari HATI looo....).

Ternyata dari sepotong kue yang sangat sederhana bentuknya terselip pengalaman bertahun-tahun, keahlian dan so pasti rasa yang dihasilkan RUARRR BIASA.. akhirnya jadi ingat ungkapan di atas tadi.. kenapa kita selalu menilai orang dari penampilannya aja, padahal penampilan belum tentu mencerminkan seperti itu juga orangnya.

Tapi saya punya pemikiran lain. "The Cover tells us What's Inside", penampilan seadanya, ini mah soal selera, tapi boleh dong sekali-sekali kita hargai diri kita dengan berpenampilan BAIK. Saya tidak mengatakan berlebihan looo, misalnya kalo bentuknya kue, kita beri lapisan krim coklat, lalu kita taburi meisjes, kita beri coklat serut, disiram coklat leleh, yang ada bukan malah enak dilihat apalagi dimakan... LEBAY banget..

Jadi, apa yang kita tampilkan sebagai jati diri bisa jadi UKURAN seberapa besar kita menghargai diri kita sendiri. Kalo kita saja udah menghargai diri sendiri secara serabutan, apalagi orang lain??