Monday, November 28, 2011

SAHABAT

Di tengah saya mengerjakan administrasi sekolah pagi tadi, lampu hape berkedip tanda ada pesan masuk. Mmm ternyata dari sahabat saya nun jauh di Jawa Timur sana. Sahabat yang saya kenal sejak kelas 1 SMA. Kami bersahabat bukan karena persamaan melainkan karena banyaknya perbedaan diantara kami. Saya tomboy, dia feminin. Saya malas, dia rajin. Saya semrawut, dia begitu rapi. Saya cerewet, dia cenderung pendiam. Kami bergabung dalam vocal group, sama-sama tergabung dalam Paskibraka kota dan duduk sebangku selama kelas 2 dan 3 SMA.

Namun karena perbedaan itu pula, kami saling mengisi. Saya yang malas jadi sedikit rajin karena dia, dia yang sangat serius jadi sedikit humoris karena canda saya tiap hari. Seringkali hal-hal konyol terjadi dalam persahabatan kami. Seperti jika jalan-jalan ke toserba saat hari libur. Seringkali saya 'menghilang' di keramaian sehingga dia akan kebingungan mencari dan pulang sendiri. Padahal saya ada tepat di belakangnya. Alhasil dia pasti 'ngambek' setelahnya.

Saking dekatnya kami, duduk sebangku pula, tulisan kami jadi sangat mirip (saya suka tulisannya yang rapi sehingga tanpa sadar saya meniru tulisannya). Potongan rambut yang hampir sama, hingga guru kami banyak yang sering tertukar memanggil nama kami.

Sekarang, 22 tahun kemudian. Kami masih sering kontak, walaupun terpisah jarak ribuan kilometer. Kecanggihan teknologi merupakan keuntungan bagi kelangsungan persahabatan kami. Dia sering share hasil kue atau masakan buatannya, saya share kerajinan tengan yang saya buat. Share foto anak-anak sudah pasti. Hari ini pesannya masuk hanya berisi tulisan nama saya ditambah dua icon sedih :(:(.
Saya jawab, kenapa pagi-pagi teriak-teriak? dia jawab lagi; Kamu tuh ya... emang klo yg paling deket biasanya suka lupa... (waduh saya bayangkan wajahnya yang merengut). Otak saya berputar mencari apa yang terjadi hari ini sampai membuat pesannya sedih seperti itu. Ternyata... 28 November... sehari setelah ulangtahun ibu saya... yaa ampuunn... hari ini dia ulang tahun! (dan saya lupa seperti juga tahun-tahun sebelumnya).

Hari ini kamu berulang tahun, maafkan otakku yang semakin tua selalu lupa hari ulangtahunmu. Walaupun aku selalu lupa hari ulangtahunmu, bukan berarti aku lupa kamu. Tidak akan pernah ada sahabat sebaik dirimu buatku. Tidak ada sahabat yang bisa membuatku nyaman bicara apapun karena kamu mau mendengar apapun dariku. Sahabat, selamat ulang tahun dariku, semoga kamu selalu bahagia dan selalu ingat bahwa kamu masih punya aku sebagai SAHABAT.


Monday, November 21, 2011

Blog Apa Ya?

Dari hasil rapat tadi sore, MONEV nilai profesionalisme guru selain dilihat dari perencanaan pembelajaran, pemberian item test, serta penilaian yang diberikan, dilihat juga apakah seorang guru menguasai IT dengan aktif atau tidak. Pengukurannya adalah dari penguasaan program office, serta memanfaatkan internet dengan memiliki akun email, serta Facebook.
Lucu juga memang, kenapa facebook? kenapa tidak spesifik menyebutkan apakah seorang guru mempunyai akun blog yang secara khusus berisi tulisan2 bukan cuma sekedar berbagi status "what's in your mind". Walaupun sebenarnya, tidak saya pungkiri, akun facebook banyak juga menghubungkan saya dengan siswa, memberi saya inspirasi dan berbagi dengan mereka di kolom notes, tapi belum ada point khusus bagi para guru yang aktif mengelola sebuah blog.

Bicara soal blog pembelajaran, bukan tidak ingin saya buat, tapi saya masih berpikir bahwa saya ini guru galau. Galau karena beberapa mata pelajaran yang saya ampu dengan waktu yang singkat. Ekonomi untuk tiga bulan, Geografi dan Sejarah untuk 1 tahun, IPS terpadu tahun berikutnya, tidak mengajar samasekali (administrasi) 6 bulan berikutnya, asisten guru TIK untuk satu tahun, PLH tahun berikutnya, saat ini mata pelajaran TIK dengan diselingi mengganti guru TIK yang kebetulan menunaikan ibadah haji dan pensiun. Belum lagi sudah beredar kabar tahun depan saya akan dipindah lagi untuk mengajar PLH, padahal saya belum pernah mendapat pemberitahuan secara resmi.

Buat saya, berpindah dari satu mata pelajaran ke mata pelajaran lain menjadikan kemampuan serta pengetahuan saya tidak fokus. Rasanya tidak ada kesempatan untuk berkembang karena keterbatasan niat dan pelaksanaan terbentur waktu yang kurang memadai. Saat niat fokus di IPS tiba-tiba loncat ke TIK, lalu locat lagi ke IPS, belum lama diloncatkan lagi ke PLH, terakhir di TIK dengan gossip akan dikembalikan ke PLH. Bukan main galau dan berputar banyak pertanyaan di kepala saya: kalau seandainya saya ingin menjadi guru profesional yang mengelola sebuah blog, Blog apa ya kira-kira yang harus saya buat? IPS? TIK? PLH? atau Administrasi sekolah??
Akhirnya saya masih disini, berkutat di Blog curhat suka-suka... :)

 


Kalau saja..

Baru 30 menit, bunyi bel tanda ganti pelajaran berdering. Padahal yang seharusnya 1 jam pelajaran samadengan 40 menit. Ada korting 10 menit seperti biasa dilakukan tiap hari Jumat, tapi ini Senin.
Murid-murid sama bingungnya dengan saya, saling bertatapan. "Ganti mz?" tanya mereka ragu. "Well, Yes, you've heard the bell..," saya berusaha tenang, seakan memang tahu benar hari itu waktu belajar dipersingkat.

Padahal, di benak saya hanya menebak karena hari ini para Guru akan mengadakan rapat, waktu belajar menjadi singkat. Ternyata memang benar, tak lama guru yang bertugas piket hari ini mengumumkan tentang perubahan waktu belajar. Mungkin karena agenda rapat hari ini begitu padat, MONEV, Test Direktorat, UAS,  mm.. really something ya...

mari kita meeting...

Jam 13 lebih sedikit waktu rapat tiba. Saya memilih duduk agak belakang supaya lebih tenang melakukan apa yang ingin saya lakukan. Sombong benar saya hari ini, tidak ingin peduli apapun yang akan dibicarakan. Bukan tidak pernah saya menyimak dengan seksama, membuat catatan bahkan membuat notulen untuk setiap rapat yang diadakan. Namun ternyata otak bebal ini lebih sering tidak paham arah pembicaraan dalam rapat. Bertanya atau menanggapi sebagai bahan evaluasi atau semata menyatakan pendapat seringkali malah diartikan sebagai perilaku melawan dan sikap sok tahu (padahal memang betul-betul tak tahu). Akhirnya, posisi bangku belakang menjadi tujuan utama lalu menyalakan laptop terhubung internet.

Chatting dengan teman... lagi-lagi sombong benar saya, selagi orang berbicara, saya malah ikut 'bicara' dengan orang lain... tapi jangan takut, saya masih menyimak, kok, selain dari tugas yang bertambah, harapan pribadi tetap semoga bisa menjadi pembelajar yang lebih baik.

Blogging, akhirnya menjadi pilihan. Mumpung ide mampir, tulis lah pengalaman belajar hari ini. Hasilnya walaupun tidak bagus tapi lumayan buat sekedar catatan harian yang akan diingat lagi suatu saat kelak. Kalau saja setiap rapat saya menghasilkan satu tulisan...betapa produktifnya saya... :)



Sekolah vs Belajar.

Sosiologi, mata pelajaran yang saya sukai. saya masih ingat nilai A besar yang saya peroleh waktu kuliah (karena di SMA saya mengambil kelas A2 yang tidak mempelajari Sosiologi). Hari ini tugas saya mengantarkan materi tentang Perubahan Sosial di masyarakat.

Anak-anak berebut masuk ke kelas. Sejak Moving class diberlakukan di sekolah kami, Guru tidak perlu berkeliling, cukup menunggu di kelas dan membuat kondisi kelas sesuai dengan mata pelajaran. Di white board penuh sudah tulisan saya tentang materi perubahan sosial. Saya melihat beberapa wajah mengerenyit melihat penuhnya papan white-board dengan tulisan saya.

Sambil menunggu mereka siap, saya online social media twitter. Ternyata @babansarbana sedang berbagi tips tentang sekolah vs belajar. WOW sesuatu  banget kalau saya bisa membagikannya dengan anak2. Kebetulan time line nya sangat pas dengan materi pembelajaran hari ini.

Bahan 'Belajar' hari ini.

Jadi, begitulah.. sambil santai tapi serius saya berikan tips yang datang dari seorang "alumnus" yang luar biasa pemikirannya bagi dunia pendidikan. Boleh saya sebut beliau ini pendidik dengan caranya sendiri.

Satu per satu tips nya kami bahas. Menunjukkan bahwa dari Media Sosial kita bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan memotivasi.

Dengan metode belajar hari ini yang sederhana, mereka yang tadinya tidak mau belajar pun berkomentar... "Belajarnya seperti ini terus dong Bu....".
Thx Pa Baban Sarbana.

Thursday, November 10, 2011

Sampai Jumpa Lagi.

Mengantar sahabat yang datang untuk mengunjungi tempat-tempat wisata merupakan kesenangan tersendiri buat saya. Seperti hari ini, saya mengantar sahabat kami dari Pioneer Secondary School - Singapore ke tempat yang amat saya sukai: Puncak.

Dari Bogor kami berangkat pukul 11.00 molor sedikit dari jadwal yang seharusnya pukul 10.40. Perjalanan seperti biasa disertai dengan macet di beberapa tempat akhirnya kami tiba di Mesjid Atta'awun pada pukul 13.00. Kenapa Atta'awun? Kami ingin menunjukkan sebuah tempat ibadah yang dibingkai keindahan alam pegunungan, sesuatu yang tidak ada di negaranya. Segarnya hawa pegunungan, walaupun tidak sesegar dulu, cukup menghibur badan yang penat melewati sekian kilometer yang telah kami tempuh.

Kemegahan Atta'awun 
Setelah makan siang dan Sholat, kami 'menantang' para murid dan guru untuk mendaki ke tempat Atlit paragliding beradu tangkas dalam even SEA GAMES kali ini.
Cukup kehabisan napas untuk sampai di atas, bertemu dengan beberapa atlit dan official dari beberapa negara untuk menjajal ber-paragliding di Gn. Mas. Setelah mengamati keindahan alam dari atas sambil foto-foto, akhirnya kami turun untuk mengunjungi Taman Safari Indonesia.

Cuaca sangat bersahabat, tidak terlalu panas dan hujan yang tidak terlalu deras yang untungnya tidak turun pada saat kami mengunjungi tempat-tempat wisata. Di Taman Safari Indonesia kami melihat satu suguhan harimau Sumatra yang berlompatan dengan lincah bersama para pelatihnya setelah berkeliling selama kurang lebih setengah jam melihat koleksi satwa yang mereka miliki.

Barisan banner show Taman Safari Indonesia.
Kadang saya bersyukur karena jalanan macet. Karena kesenangan saya untuk mengobrol dan bertukar cerita tentang banyak hal terpuaskan. Tentang sistem pendidikan, perbandingan biaya sekolah, fasilitas sekolah, psikologis anak, politik hingga sosial budaya negara masing-masing dikupas bagai seminar tak resmi. Jadi, walaupun setelah mengantar capeknya belum hilang selama sudah hampir seminggu, tapi perjalanan itu tetap mengesankan buat saya. Jika saya berkunjung ke negaramu, saya pastikan akan menghubungi mu seperti yang kamu minta.

SMPN 1 Bogor - Pioneer Secondary School Singapore, see you soon....