Thursday, November 21, 2019

Bertemu Rizal Ramli

Bekerja di sekolah paling tua salah satu keuntungannya adalah memiliki alumni yang banyak dan rata-rata sangat sukses di bidangnya masing-masing. Seperti hari ini kami kedatangan alumni yang merayakan 50 tahun kelulusannya atau lulus tahun 1969, saya belum lahir.

Semesta'69, Alumni SMPN 1 Bogor tahun 1969, Golden Jubilee.
Ada sekitar 30 orang alumni yang berkesempatan hadir hari ini. Setelah disambut secara resmi oleh Kepala Sekolah lalu secara tidak resmi kami para guru dapat kesempatan juga untuk berinteraksi. Dari pembicaraan dengan orang-orang hebat yang rata-rata telah pensiun ini banyak ilmu yang bisa kami dapat. Tentang keuangan dan perbankan, beliau yang pernah bekerja di bank negara Indonesia cabang-cabang luar negeri, yang pernah bekerja di imigrasi (di luar negeri juga), bidang pariwisata (keliling dunia), yang hobi merajut seperti saya dan ada pula yang memiliki pesantren dan dipanggil ustadz oleh teman-temannya.

Beliau-beliau yang hebat dan pernah bersekolah di SMP tempat saya bekerja. Didaulat untuk berbicara di hadapan murid kelas 9 ada Rizal Ramli, yang ternyata merupakan salah satu alumni yang berkunjung hari itu. Dr. Ir. Rizal Ramli, M.A mengawali jabatannya di pemerintahan sebagai Kepala Badan Urusan Logistik, Menteri Koordinator bidang Perekonomian serta Menteri Keuangan pada masa pemerintahan Gus Dur. Pada masa pemerintahan Jokowi sempat menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Banyak prestasi yang diukir pada tiap jabatan namun pada jabatan terakhir di era Jokowi, walaupun mendapat skor kinerja tertinggi dari setidaknya 6 lembaga survei, Rizal Ramli dianggap kontroversi karena sering melontarkan kritik terhadap hal yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan bangsa dan negara. Kritik yang belakangan mendapat apresiasi yang tinggi. Beliau adalah lulusan ITB jurusan fisika dan memperoleh doktor bidang ekonomi di universitas Boston.

Kecerdasan dan sikap kritis beliau sudah muncul sejak beliau masih muda. Di SMP beliau dikenal tidak pernah belajar tetapi selalu mendapat nilai bagus. Ini cerita yang saya dapat dari teman-teman seangkatannya. Bacaannya malah komik, katanya. Lalu pernah pula dipenjara karena kritikan beliau di era Soeharto saat beliau jadi mahasiswa. Sosok seperti beliau ini adalah murid idaman buat saya, konsisten dengan keyakinannya, cerdas, visioner tidak takut karena menyuarakan yang benar dan tidak pelit ilmu. 

Hal-hal yang beliau sampaikan untuk menghadapi era 4.0 diperlukan manusia-manusia 4G. Yang pertama God Will. Maksudnya dalam mengerjakan apapun harus dengan izinNya, mengandung keberkahan dan keikhlasan. G yang lain adalah Gesit-Gesit-Gesit. Dalam menangkap peluang kita harus GerCep atau gerak cepat. Jangan menunggu karena esok mungkin kesempatan itu akan hilang. Dalam berpikir kita harus gesit otak. Cari langkah penyelesaian masalah yang singkat dan tidak biasa. Bila bisa diselesasikan dalam 4 langkah, misalnya, tidak perlu menempuh 10 langkah yang biasa. Ini mungkin rahasia beliau kenapa tampak tidak pernah belajar tapi nilai selalu bagus. Tidak ada salahnya untuk berpikir out of the box, diluar yang biasa. Lalu gesit tangan yang artinya cekatan dalam mengerjakan setiap pekerjaan.

Satu hal  lagi yang beliau sampaikan dalam melakukan sesuatu sesuai passionnya atau sesuatu yang akan dilakukan dengan tanpa rasa bosan dan mengorbankan apapun untuk memperolehnya tanpa memikirkan untung atau rugi. Jika bekerja dalam passion nya dipastikan hasilnya pasti akan yang terbaik. Beliau mengakui bahwa di Indonesia tidak semua orang cerdas diapresiasi dengan baik. Hal ini bisa mematikan passion karena merasa tidak dihargai. Saran beliau adalah tetap kerjakan sesuai kemampuan dengan kesabaran dan God Will pada saatnya kerja keras kita akan mendapat apresiasi yang sepantasnya.

Muncul pertanyaan murid kelas 9 tentang bagaimana menemukan passion dan bagaimana menghadapi saat diharuskan mencapai sesuatu yang bukan passionnya. Menemukan passion itu memang tidak mudah, perlu kesabaran dan upaya terbaik yang tidak kenal menyerah. Ketika muncul tuntutan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik di bidang yang tidak disukai perlu pertimbangan baik buruknya untuk diri sendiri dan lingkungan. Ternyata hal ini pernah terjadi pada anak perempuan beliau yang tidak ingin melanjutkan pendidikan di ITB jurusan mesin dan ingin memilih jurusan lain yaitu pendidikan. Dengan besar hati beliau menerima keputusan anaknya dan diberi dukungan penuh sehingga berhasil di jurusan matematika yang dia pilih dan menjadi dosen di fakultas pendidikan sebuah universitas di Jakarta.

Guru dan Murid vise versa :)
Yang paling menarik saat beliau menjawab pertanyaan saya menyikapi pernyataan-pernyataan di medsos tentang pembuktian bahwa ucapan seorang guru yang salah karena menganggap anak didiknya tidak akan pernah kuliah ternyata cum laude, yang disebut tidak akan lulus SMA ternyata menjadi TNI dan sebagainya. Bagaimana seharusnya menjadi seorang guru yang dapat memotivasi secara tidak langsung murid-muridnya untuk maju sesuai pengalaman beliau.

Secara gamblang beliau menjelaskan bahwa menjadi guru galak, judes, bawel dan yang tidak disukai murid adalah sesuatu yang mungkin terbaik karena dunia yang akan dihadapi bukan dunia yang penuh kebaikan, dunia yang lembek atau dunia yang selalu memberikan apa yang kita inginkan. Perlu perjuangan keras yang dilatih dengan menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan di sekolah. Beliau pernah diberi kata-kata yang kurang enak dari guru matematika saat SMA dan dibuktikan dengan memperoleh nilai 100 sehingga gurunya tidak mengatakan beliau bodoh lagi. Guru baik juga perlu untuk memberikan keramahan dan kenyamanan sehingga murid menjadi tenang. Intinya semua karakter perlu dikenalkan untuk belajar bagaimana cara menghadapinya. Semakin banyak karakter guru, semakin baik untuk mendidik karakter murid. GREAT!

Di akhir acara saya berkesempatan untuk memberikan buku yang pernah saya tulis sebagai apresiasi terhadap ilmu yang beliau berikan. Terimakasih Rizal Ramli dan angkatan 1969. semoga bapak/ibu selalu diberi kesehatan dan berkah dalam kegiatan sehari-hari, Aamiin.


sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rizal_Ramli
https://www.finansialku.com/passion-adalah/
https://id.linkedin.com/in/dhitta-puti-sarasvati-26445527
Pic. By @fajar18assidiqi

Monday, November 18, 2019

Skytropolis, Waktunya Bermain.

Ketika disebut nama Genting Highland, Malaysia, terus terang dalam pikiran saya terbayang tempat yang ramai untuk berjudi seperti yang sering saya lihat di film-film tentang Las Vegas. Agak khawatir juga karena kesana membawa anak-anak serta. 

Sampai di First Hotel tempat kami menginap, keadaan cukup ramai, padahal bukan akhir pekan. Cuaca cukup dingin dengan 21°C berkabut dan sesekali hujan. Seketika melihat keadaan di luar seolah berada di daerah Puncak-Bogor. Ada kabel besar terbentang sebagai sarana angkutan skyline atau kereta gantung atau disebut juga cable car yang terpanjang se Asia Tenggara dan Awana Skyline Resort World merupakan yang tercepat di seluruh dunia.

Awana Skyline
Resort World Genting Highland adalah puncak tertinggi di pegunungan Titiwangsa yang terletak antara Negara bagian Pahang dan Selangor, Malaysia. Waktu tempuh dari Kuala Lumpur  kurang lebih 1 jam dan untuk mencapai puncaknya kita dapat menggunakan skyway yang merupakan kereta gantung tercepat di dunia dan terpanjang se-Asia Tenggara. Kawasan Genting dikembangkan oleh Tan Sri Lim Goh Tong sekitar tahun 60an.

Resort World Genting Highland merupakan satu-satunya tempat berjudi yang legal di seluruh kawasan Malaysia. Namun kegiatan berjudi ini tidak tampak selama kunjungan kami ke sana karena tempatnya diperutukkan bagi kalangan terbatas dan menempati tempat yang terpisah. Selain itu, banyak wisata lain yang ditawarkan Resort World seperti arena permainan diluar dan di dalam gedung, lapangan golf, snow world, jungle tracking and bird watching. Yang disebut terakhir adalah kegiatan berjalan menembus hutan hujan yang berusia ratusan tahun dengan banyak jenis burung asli dataran tinggi genting atau yang sedang bermigrasi. Untuk arena permainan di luar Resort World Genting menggandeng 20th Century Fox yang direncanakan sudah akan beroperasi pertengahan tahun 2020.

Secara khusus kami berkunjung ke 2 lokasi permainan yang launching bersamaan di tanggal 30 Oktober 2019. Lokasi pertama adalah Horror House. Film Korea Train To Busan yang mendapat apreasi sangat besar di Malaysia menjadi pilihan tema selama 2 bulan. Di pintu masuk dengan harga tiket RM90 kita disambut dengan Korean street food festival lengkap dengan ramen dan kimchi serta minuman-minuman segar a la Korea. Masuk ke area Horror House keadaan menjadi gelap dengan reruntuhan gerbong kereta dan jalan yang terangkat membuat suasana mencekam. Masuk Stage 1 dengan keadaan stasiun Daejeon yang terinvasi zombie lalu keadaan dalam kereta di stage 2 masih bertema menghindar dan melarikan diri dari zombie. Di stage 3 terdapat permainan VR (virtual reality) yang memungkinkan kita untuk memusnahkan semua zombie. sebuah pengalaman yang menakutkan sekaligus menyenangkan.

Launcing Train To Busan Horror House

Di sebelahnya terdapat The Void. Sebuah wahana permainan VR yang malam itu melaunching film terbarunya, The Avanger: Damage Control dengan harga tiket masuk RM130. Awalnya ragu akan menikmati wahana ini, namun saya dan keluarga sebagai penggemar Avanger sangat terkesan dan puas dengan keseruannya. 

The Void

Keduanya berada dalam kompleks wahana Skytropolis indoor theme park. Selain kedua wahana tadi kami melihat  SkySymphony berupa pertunjukkan interaktif lampu-lampu yang seakan berjatuhan dari atap gedung seirama dengan musik dan film yang ditanyangkan di layar super lebar dengan konsep time square-nya New York. Tantangan lain adalah mencoba ber-flying fox dengan pemandangan skytropolis di bawahnya. Sayangnya kondisi tulang belakang saya tidak memungkinkan untuk mencoba permainan ini walaupun berat badan saya kurang dari 75Kg sebagai batas yang masih bisa menaikinya.

Flying fox di atas Skytropolis
Satu lagi tempat yang membuat saya terkesan adalah Museum The Ripley's Believe it or Not. Teringat
saat dulu pernah menonton acara ini di televisi tentang keajaiban-keajaiban yang ditemukan Ripley. Museum Ripley's memungkinkan kita melihat dan berinteraksi langsung dengan hal-hal yang menakjubkan. 


Setelah seharian melakukan eksplorasi di skytropolis, kami menaiki Awana Skyline menuju terminal pertama untuk mencapai Kuil Gua Chin Swee. Saat kami tiba disana hujan turun rintik-rintik lalu berhenti. Keadaannya menjadi sangat tenang dan damai ditambah kabut tipis yang turun, hawa yang dingin menambah suasana syahdu. 

Chin Swee Caves Temple





https://id.wikipedia.org/wiki/Genting_Highlands
https://www.rwgenting.com/Theme_Parks/
https://www.rwgenting.com/leisure/chin-swee-caves-temple/

Wednesday, November 6, 2019

Wisata Berselera

Kami melakukan check-in di kamar nomor 13868, yang merupakan kamar mungil yang akan kami tempati selama 2 malam. Kami cukup kaget dengan keadaan kamar yang sangat kecil dengan ukuran tempat tidur 2 single bed. Tak kurang akal kami rapatkan 2 tempat tidur menjadi 1 tempat tidur ukuran besar. Cukuplah untuk kami istirahat dengan posisi jangan banyak bergerak. Lalu tidak ada pendingin udara (AC)! Hanya ada satu ceiling fan besar. Terbayang akan panas dan sumpek suasana kamarnya. Tapi kemudian ketika kami buka jendela, udara segar dari luar masuk dan seketika kamarpun menjadi dingin bagai diberi pendingin udara. Satu hal yang kami sukai dari tempat kami menginap ini adalah tersedianya tempat mengisi air (water dispenser) panas dan dingin yang tersedia tidak jauh dari kamar kami.
Water dispenser.
Setelah menyusun barang bawaan, kemudian kami kembali menuju lobby hotel untuk makan siang.
salah satu seni mural di tower 3 first world hotel.
Yang kami tahu selama ini, jenis makanan di Malaysia hampir sama dengan di Indonesia atau masakan dari daerah Sumatera. Kali ini kami diajak makan siang di Medan Selera. Medan Selera menyediakan masakan dari nasi, mie dan kebab. Tak jauh dari perkiraan kami tentang rasa makanannya yang kental dengan rempah dan kari. Hanya saja lebih manis. Ulasan jenis masakannya ada disini.
Rumah makan Medan Selera
Pesanan kami adalah nasi ayam bakar, dan laksa untuk menu utama lalu puding, buah potong susu kedelai, juice dan air mineral. Jangan membayangkan laksa khas Bogor karena yang datang bentuknya lebih mirip mie dengan kuah kari. Mirip Mie Aceh yang diberi kuah. Kaget juga dengan ukuran mangkuknya yang seperti mangkuk sayur untuk sekeluarga yang terhidang di meja makan di rumah! Pun ukuran ayamnya dengan potongan paha atas dan bawahnya.
Roasted Chicken Leg alias paha ayam bakar.
Saat makan malam kami diajak ke Roof top. Nama tempat makannya The Laughing Fish by Harry Ramsden. Menu andalannya memang fish and chips namun tersedia juga menu lain seperti burger dan steak. Selama makan kami dihibur oleh seorang penyanyi asal Amerika yang bernyanyi sambil memainkan gitar akustik.

The Laughing Fish by Harry Ramsden
Minuman yang saya pilih karena udara malam yang dingin cocok rasanya memesan sepoci teh panas Earl Grey.

Earl Grey Tea
Esoknya makan pagi seperti layaknya hotel yang menyediakan makan pagi, kami ke tempat sarapan The Food Factory Genting di tower 1 lt. 3. Teman blogger ada yang mengulas tentang Food Factory disini. Karena makan pagi hanya disediakan buat paksu, kami bertiga harus membeli tiket di beberapa mesin yang bentuknya seperti ATM yang tersedia di depan pintu masuk dengan beberapa tripod gate untuk taping kode QR yang dicetak mesin tiket tadi, atau menggesek kartu sarapan yang diberikan pada saat check in.
Berlatar belakang Malaysian Food Street yang non halal.
Makan siang hari kedua kami dibawa ke Jom Makan Street Food yang menyediakan makanan halal bersebelahan dengan Malaysian Food Street (non halal). Makanan yang saya pesan kali ini adalah nasi ayam capot yang rasanya manis dengan aroma rempah yang kuat. Ayam ini disajikan dalam mangkuk tahan panas lengkap dengan nasi dengan taburan bawang daun diatasnya.

Nasi ayam capot + Soya bean milk (susu kedelai)
Lanjut makan malam kami diajak ke High Line Roof Top Market. Makanan andalannya adalah menu sea food. Letaknya yang di roof top dengan udara terbuka membuat suasana di tempat ini menjadi sangat sejuk. Seperti di Laughing Fish, disini kami juga dihibur dengan live music yang bisa ditonton oleh orang-orang yang lewat di depan resto. Yang niat mendengarkan bisa saja berhenti beberapa saat disini. Kami dipesankan nasi goreng yang rasanya seperti nasi goreng kampung, tumis kailan yang kuat rasa bawang putihnya, tumis terong bumbu balado dan campuran sea food berupa kerang, cumi-cumi, udang ditambah dengan jagung rebus manis dalam bumbu asam manis yang pekat ditambah kecap dengan rasa yang sedikit pedas. Ulasan tentang High Line bisa dilihat disini.
Makan malam di High Line Roof Top Market
Itu pengalaman kami makan di Resort World Genting. Siapkan perut untuk porsi yang besar-besar disini dan pastikan kita menghabiskan makanannya karena tidak bisa dibungkus dan dibawa pulang. Rasanya lebih ke arah manis agak sulit untuk kita yang terbiasa masakan asin. Untuk jajanan kami cukup puas dengan membeli eskrim serta vending machines berisi minuman dan snack dengan harga 5 RM.


Links:
https://www.submerryn.com/2018/03/medan-selera-skyavenue-resorts-world-genting.html
https://www.rwgenting.com/Dining/Restaurants/All_Restaurants/Laughing_Fish/
https://walterpinem.me/food-factory-genting-highlands/
https://www.rwgenting.com/Dining/Restaurants/All_Restaurants/Jom_Makan_Street_Food/
https://www.rwgenting.com/Dining/Restaurants/All_Restaurants/High_Line_Roof_Top_Market/

Kabut Genting

     "Ke Genting? Mau judi lo?"

Begitu komentar seorang teman ketika saya sampaikan tentang rencana keberangkatan saya sekeluarga ke tempat ini. Genting Highland di Malaysia memang terkenal dengan sarana judinya. Namun ternyata apa yang saya temui disana lebih dari sekedar tempat beradu untung.

Awalnya mantan pacar mendapat undangan sebagai international influencer dari Indonesia yang tergabung dalam satu grup sebanyak 20 orang, berasal dari Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang. Kami berkesempatan untuk hadir sebagai keluarga. Bagai gayung bersambut ingin menyenangkan anak lalu diundang ke acara ini, karena ternyata banyak permainan yang pasti disukai anak-anak dan remaja. Buat saya sendiri tempatnya di dataran tinggi dengan suhu tak lebih dari 20°C cukup menjadi pelarian sementara ketika di kota Bogor, tempat asal saya sedang dilanda hawa panas.

Penerbangan pagi By @airasia
Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menggunakan Air Asia QZ 203 penerbangan pukul 04.45 AM langsung ke KLIA2. Dalam mempersiapkan perjalanan ini kami kurang memperhitungkan bagasi yang hanya 20Kg. Kelebihan beban 1Kg akhirnya kami bayar sebesar 150K. Untuk kesempatan yang akan datang untuk bepergian selama 4 hari 3 malam sebaiknya bawa pakaian seperlunya dan seringan mungkin, kenakan pakaian yang paling berat dan makan tempat (seperti celana jeans, jaket), sepatu bawa yang paling nyaman cukup satu pasang dan pakaian tidur buat saya cukup 1 potong daster saja.

Tiba di KLIA2 (Kuala Lumpur International Airport) hampir pukul 08.00 AM waktu Malaysia yang satu jam lebih awal dari WIB. Kami menunggu anggota grup lain yang datang dari Surabaya dan Medan dan langsung menuju Genting menggunakan bis pariwisata. Menurut penjelasan pihak penyelenggara, tersedia shuttle bus dari KLIA2 yang langsung menuju Genting apabila lain kali ingin berkujung lagi kesana. Biayanya sekitar RM 35.00 dengan jadwal yang bisa dilihat disini. Menyenangkan karena ternyata dalam rombongan para influencer dan awak media terdapat pula public figur yaitu Regina dan Nowela dari Indonesian Idol 2012 dan 2014. Perjalanan berlangsung selama 2 jam. Kami melewati Kuala Lumpur dengan pemandangan Twin Tower dan KL Tower sebelum akhirnya jalan mulai menanjak dan berkelok menuju Genting yang membuat saya tertidur.
Regina Idol 2012
Terbangun disuguhi pemandangan bukit dengan gondola yang berseliweran di atas kepala. Abadikan sejenak lalu menikmati pemandangan dengan pepohonan di kiri kanan jalan. Jalan menanjak dan berkelok mengingatkan saya akan jalan menuju cisarua, puncak. Yang berbeda adalah jalan yang super lebar tanpa ada bangunan di kiri kanan jalan dan bebas macet! Lalu saya tertidur lagi.

Skyway Gondola captured from the bus.
Akhirnya saya membuka mata ketika bus memasuki wilayah Resort World Genting sekitar pukul 13.00. Sebuah wilayah dengan kompleks hotel dan wahana permainan diluar maupun di dalam gedung. Gerimis menambah cuaca menjadi tambah dingin, lalu turun kabut dan hujan lebat! Cuaca memang mudah berubah di tempat ini dan biasanya berkabut disertai hujan karena Resort World berada di ketinggian sekitar 2000 mdpl, di tengah hutan hujan tropis. Bila dilihat menggunakan gadget suhu siang itu mencapai 19°C.

Pemandangan dalam perjalanan menuju kamar tempat menginap.
Rombongan kami diterima pihak Resort World dan diberi fasilitas kamar di First World Hotel, Hotel dengan jumlah kamar terbanyak seluruh dunia dengan 7351 kamar! Kami mendapat kamar di tower 3 lantai 13 dengan angka kamar 13868.
World's largest hotel
Kemudahan di hotel yang terdiri dari beberapa tower ini adalah terkoneksi dengan skytropolis yang merupakan wahana permainan dalam gedung diantara toko-toko layaknya mall, tempat kuliner di lantai tertinggi (outdoor) selantai dengan Awana Sky Central Transportation yang merupakan terminal akhir (paling atas) dari gondola atau yang lebih dikenal dengan Awana Skyway Gondola Cable Car.

Berlatar belakang Skytropolis, arena permainan dalam gedung.
Selain First World Hotel terdapat beberapa hotel lain seperti Theme Park Hotel yang cocok bila berkunjung dengan keluarga dan kelompok karena desain nya yang futuristik dan ada kamar yang dapat ditinggali sampai 6 orang dengan harga terjangkau, atau Crockford, Genting Grand dan Maxims yang eksklusif, Resort World Hotel yang memiliki sarana olahraga berupa lapangan golf selain kolam renang, dan Resort Hotel yang family friendly.
Kami lalu check in dan ditunggu untuk makan siang pada pukul 14.00.

Area tempat makan di rooftop.



https://www.rwgenting.com/

Wednesday, October 23, 2019

Jimbot

Badan yang tiga hari ini tumbang gara-gara flu tiba-tiba diajak beranjak setelah meminum obat flu yang tadi diberikan anak saya yang baru pulang kuliah. Entah karena efek obat yang seperti dopping atau karena tiga hari ini kegiatan hanya berlangsung di situ-situ saja, buka laptop, tuangkan! Lucunya yang tiba-tiba muncul di pikiran saya adalah sebuah mainan tahun 80an yang dulu pernah saya dapat dari ayah sebagai oleh-oleh waktu tugas ke Jepang. Permainan nintendo game watch lion yang setelah saya browsing ternyata ada yang menyimpannya di you tube channel!

Nintendo game watch lion
Pada saat itu saya yang masih SD sudah merasa sangat keren dengan memiliki game yang dikenal dengan nama jimbot tersebut karena harganya yang cukup mahal dan tidak semua anak memilikinya. Pada masa itu terjadi juga mabar alias main bareng di teras rumah tetangga dengan bertukar alat permainan. Game watch lion saya lalu ditukar dengan mickey mouse yang menangkap telur atau jenis yang lebih keren dilengkapi dengan penutup layarnya jenis western yaitu seorang koboi yang sibuk menembak sasaran di sebuah bar.

Tujuh macam bentuk pada Tetris Worlds. Atas, kiri ke kanan: I, J, L, O. Bawah: S, T, Z

Tahun 90an nintendo memunculkan permainan tetris yang melegenda jenis gameboy. Permainan tetris ditemukan Alexei Pajitnov yang berkebangsaan Rusia pada tahun 1985 (https://id.wikipedia.org/wiki/Tetris). Permainan ini menjadi legenda karena diproduksi secara besar-besaran bukan hanya oleh nintendo menjadikan harganya sangat terjangkau sehingga dapat dimiliki semua orang segala usia. Masih terekam dalam ingatan saya pada masa itu kegiatan ngabuburit pada bulan ramadhan ramai diisi dengan main tetris, bahkan saat belanja ke pasar, mainan ini dimainkan oleh para pedagang sayur sambil menunggu pembeli. Saking seringnya bermain tetris saya sempat mengalami setiap benda selalu saya hubungkan dengan bentuk tetris yang terdiri dari bentuk huruf I,J,L,O,S,T,Z. Selalu terbayang bahkan saat mulai memejamkan mata ketika mau tidur, layar tetris.

Maka muncul ketakutan saya akan permainan zaman now yang secara gambar baik warna, bentuk, ketajaman dan gerakan yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya bahkan bisa berputar 360 derajat, bagaimana akan mempengaruhi otak para pemainnya. Mulai dari sakit punggung karena posisi duduk yang terlalu lama, migrain sampai kerusakan syaraf. Pernah juga saya melihat video yang tersebar di grup WA seseorang yang jari-jarinya tak berhenti seolah mengusap layar dan matanya selalu tertuju pada jari-jarinya yang sedang bergerak seolah sedang mengetuk-ngetuk layar bermain game.

Oleh karena  itu saya sangat setuju ketika pemerintah melaui kementrian pendidikan kemudian menggalakan permainan tradisional yang diupayakan masuk ke dalam kurikulum mulok, menyelenggarakan kompetisi yang melibatkan fisik dan seni bidaya melalui OSN dan O2SN, GSI untuk sepakbola dan sebagainya. Namun seiring dengan kesetujuan ini muncul rasa miris dan kecewa ketika beberapa waktu lalu Kemendikbud mensponsori kegiatan turnamen Game Online antar pelajar apalagi yang diperebutkan ternyata piala Menpora! Untuk kelas umum bahkan memperebutkan piala presiden! eSport? sepertinya kita harus memindai kembali permainan yang cocok untuk dikatakan eSport di kalangan pelajar khususnya. (https://www.kincir.com/game/mobile-game/kemenpora-esports-garena)

Lebih setuju apabila kegiatan eSport yang melibatkan gadget ini diisi dengan lomba membuat program misalnya, atau membuat aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Atau kegiatan robotik yang juga sarat dengan pemrograman di komputer atau lomba desain grafis atau apapun yang melibatkan kreativitas dan cara berpikir ilmiah yang akan meningkatkan kualitas pelajar Indonesia.