Monday, February 25, 2013

Matahari(ku) Bersinar.

9 Desember lalu Ilham, anakku genap berusia 5 tahun. Waktu terakhir ke Posyandu Ibu-ibu disana bilang anakku sudah "lulus" jadi Balita. Mmm sudah besar ya?

Tahun lalu sebetulnya kami sudah akan memasukkan nya ke TK kecil. Namun rupanya Ilham belum mau sekolah. Hampir semua orang bilang, anak kita tidak perlu dipaksa untuk sekolah, tunggu sampai dia mau sendiri, katanya. Namun sampai sekarang pun tiap ditanya Ilham belum mau sekolah. Dia bilang dia mau sekolah komputer aja, mungkin karena dia senang main game dan layar yang terbuka didepannya. Atau karena sejak kecil sering saya bawa bekerja dan berhadapan dengan komputer dan masuk ke Lab. komputer? entahlah.

Memperkaya Hati dengan Jigsaw Puzzle.

Dari sekian banyak pilihan hobi untuk relaksasi saya pilih menyusun Jigsaw Puzzle. Permainan yang ditemukan tahun 1760 oleh John Spilsbury seorang pembuat peta dan pemahat dari London (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Jigsaw_puzzle), sampai saat ini masih bertahan sebagai permainan yang mengasyikkan, menantang, mengasah kemampuan otak dan cara yang ampuh untuk menghabiskan waktu yang berkualitas bersama teman dan keluarga.

Kemarin saya mendapat oleh-oleh jigsaw puzzle dari @tariandrie berisi 450 keping lukisan "Toki no Kane" atau  "Tower Bell" yang berada di Kawagoe - Saitama - Jepang yang sangat indah (makasih yaa :*).

Tantangan pertama, kepingan puzzle ini lebih kecil dari keping yang biasa tersedia. Kedua dan ketiga, gambar yang cukup rumit dan miskin warna cukup membuat alis bertaut. Tapi karena rasa penasaran yang sangat, akhirnya waktu pembuatannya bisa cukup sehari saja.

Pada saat pembuatan, beberapa filosofi jigsaw puzzle saya temui. Mungkin pesan tersirat ini tidak terfikirkan oleh penciptanya dulu, atau mungkin juga saya lebay dengan sok jadi filsuf, tapi bisa jadi ada benarnya juga.

Saturday, February 23, 2013

Destinasi.

Banyak orang mengatakan untuk tidak membatasi sebuah cita-cita. Banyak pula yang menyarankan untuk meletakkan gambar cita-cita kita di tempat yang gampang terlihat. Maksudnya, dengan melihatnya, kita akan memacu alam bawah sadar untuk membantu mewujudkannya.

Belum ada penelitian yang resmi untuk pernyataan tersebut, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ada teman  yang punya sebuah buku yang dia sebut "Buku Mimpi". Isinya mirip buku klipping dengan gambar-gambar barang yang ingin dia miliki dan tempat yang ingin ia kunjungi. Ada juga yang lebih ekstrem dengan memasang gambar seukuran poster mimpi-mimpinya. Akhirnya saya sebut kamarnya sebagai "Galeri Mimpi".