Thursday, September 26, 2013

Sebuah Sore di Pendopo Enam.

taken by @Yola; semangat!
Hanya dalam waktu sehari, Alhamdulillah Mitha, Yoris dkk berhasil mengumpulkan Guru-guru dan teman sewaktu SD dulu di SDN Polisi 4 angkatan tahun 1985. Yup, minggu lalu kami diundang untuk temu kangen sekaligus tasyakur atas terpilihnya Bima Arya S. sebagai F1 (baca: Walikota Bogor) tahun 2014-2019.

Dengan banyaknya Guru dan teman-teman yang menyempatkan hadir bisa diartikan sebagai dukungan penuh atas usaha dan niat Kang Bima untuk mewujudkan kota Bogor menjadi lebih baik. Terungkap saat bincang-bincang santai, kami yang pernah merasakan zaman keemasan Bogor sekitar tahun 80-an merindukan kota kami yang BERIMAN alias bersih, indah dan nyaman. Tahun-tahun itu keberadaan kota Bogor diakui dengan memperoleh Adipura sebanyak 6 kali (Adipura Kencana). PKL yang tertib, kemacetan yang langka, hijau oleh keteduhan tanaman (bukan oleh angkot), ketersediaan tempat sampah sampai di setiap angkot, juga kewajiban setiap toko untuk menyediakan tempat sampah serta menjaga kebersihan di lingkungan tokonya. Seluruh program berjalan dengan baik didukung oleh pengawasan yang teratur.

Keinginan kang Bima untuk bersilaturahmi dengan guru-guru dan teman di SD nya dulu, saya terjemahkan sebagai ungkapan terimakasih kepada guru-guru yang pernah membentuknya dan ingin sharing secara santai dan jujur dari orang-orang yang telah dikenalnya sejak dulu. Atau mungkin sekedar melepas rindu seperti saya? ciee... Namun dapat dipastikan kang Bima akan menerima masukan yang "jujur" dan langsung dari sumbernya tanpa ada kepentingan apapun atau niat untuk ABS (Asal Bapak Senang). Bahkan saya secara terang-terangan menyatakan saya pernah dikecewakan! (-_-)V

Wajar apabila karena merasa kenal, keinginan atau barangkali lebih tepat disebut keluhan kita ingin lebih didengar. Ceritanya, saya pernah mempertanyakan tentang masalah yang berkaitan dengan almamater kang Bima di situs jejaring sosialnya. Namun karena merasa tidak mendapat jawaban (apalagi tindakan nyata) saya jadi kecewa berat. Pada akhirnya saya pikir lucu juga mengharapkan seseorang yang kesibukannya seabreg menjawab keluhan kita yang ukurannya setetes diantara lautan.  :)
Saya pernah berfikir seseorang yang miskin pengalaman di birokrat pasti akan mengalami kesulitan berhadapan dengan mereka yang terlalu lama berada di zona aman, tidak out of the box dan kebanyakan ghibah.. namun ini bukan berarti pukul rata semua pegawai pemerintah seperti itu, seringkali mereka yang tadinya semangat tinggi memiliki ketakutan tidak akan berhasil atau tidak diterima lingkungan jika berbuat diluar kebiasaan sehingga ter/dipaksa menjadikan kreatifitas dan inovasi pegawai pemerintah seperti jalan ditempat, bikin cape tapi tidak menjadikan dirinya maju. :D
Hal ini juga sangat disadari kang Bima. Namun kekuatan suara masyarakat Bogor yang selama 2 tahun ini ditampung melalui blusukan keluar masuk kampung memberi kekuatan dan kepercayaan untuk sanggup memimpin kota Bogor dan bekerjasama langsung dengan para birokrat yang telah lama berkarya di pemerintahan.

Masalah krusial lain juga muncul dari pembicaraan santai sore itu seperti kemacetan, PKL, mall dan hotel liar, tatakota yang tidak jalan, perencanaan yang bagus tidak didukung pelaksanaan yang baik, bidang pariwisata yang kurang digali, sampai ke harga ruko yang mahal banget, trotoar untuk pejalan kaki dan jalur sepeda (yang 2 terakhir keinginan pribadi sebagai tambahan :D). Yang pasti semua dibicarakan dengan santai dan bebas kepentingan. Saya dengar hari itu kang Bima khusus menyediakan waktu pribadi tanpa diliput media apapun atau dipertemukan dengan organisasi manapun, jadi murni temu kangen (thanks Kang!)
Intinya sore itu di Pendopo Enam, semua dapet, ya temu kangen ya laporan pandangan mata untuk kang Bima yang April 2014 nanti akan memimpin kota Bogor. Doa dan dukungan semua teman agar pada saatnya nanti kang Bima diberi kelancaran dan kekuatan untuk punya NYALI memimpin kota Bogor tercinta, Aamiin... Semangat Kang!

taken by @Dali Pv @Ex Polpat 1985: Cheers guys! 










Friday, July 12, 2013

DIKLAT KURIKULUM 2013, UJIAN DI BULAN PUASA.

Cerita duka.

Diklat Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran memasuki hari ketiga. Hari ini kelas kami membahas tentang perubahan mindset dan elemen perubahan kurikulum 2013 yang kemarin-kemarin selalu disinggung agar guru sasaran ini mengerti benar apa yang akan dan harus dilakukannya di kelas, dilanjutkan dengan pembuatan RPP.

Diklat kurikulum 2013 untuk Guru Sasaran mata pelajaran Matematika, IPA, Seni Budaya dan Prakarya diadakan dari tanggal 9 s.d 13 Juli 2013 bertempat di Green Hill Resort & Convention, Jl. Raya Ciherang Km. 3, Cipanas, Puncak-Jawa Barat. Nara sumber adalah pejabat pusat, provinsi, atau kabupaten/kota/instruktur yang ditugasi untuk memaparkan hal-hal yang terkait dengan peraturan dan kebijakan tentang pelaksanaan kurikulum 2013. Instruktur pelatihan terdiri dari Widyaiswara dan Guru Inti. Fasilitator pelatihan adalah staf teknis yang membantu instruktur pelatihan pelaksanaan pelatihan. Panitia pelaksana kegiatan kali ini adalah PPPPTK Bisnis dan Pariwisata.

Kedatangan hampir sekitar 780 orang Guru Sasaran ke Green Hill yang bersemangat untuk mengupas Kurikulum 2013 harus diawali dengan kekecewaan. Pada saat registrasi administrasi bisa dilalui dengan lancar, namun mulai terjadi kekacauan pada saat pembagian tempat penginapan. Banyak peserta yang ditempatkan  di tempat yang kurang layak seperti tidak ditempatkan di dalam kamar melainkan di selasar luar kamar dengan kasur lipat, sementara di tempat lain ada rumah yang kosong atau terdaftar dengan nama lain. Sebagai gambaran, Green Hill resort lebih tampak seperti perumahan dimana rumah-rumah tadi diisi oleh 4 s.d 8 orang. Posisi rumah menyebar mulai dari Blok A s.d E dan jauh dari tempat pelatihan. Ada 2 penginapan (hostel) lain di gerbang masuk Green Hill yang juga diisi 4 orang per kamar. Satu penginapan diisi oleh guru laki-laki yang lain oleh guru perempuan.

Green Hill Resort & Convention (atau perumahan?)


Wednesday, July 10, 2013

DIKLAT KURIKULUM 2013 HARI KEDUA.

Perubahan mindset.

Hari ini dengan semangat hari pertama puasa, para Guru Sasaran Kurikulum 2013 mulai memasuki ruang-ruang pelatihan untuk menerima materi. Untuk mata pelajaran Prakarya kelas D difasilitasi oleh pak Agus, Guru Inti dari SMPN 2 Bandung, yang baru saja pulang dari pelatihan sebagai Guru Inti minggu lalu. Kondisi kelas yang kurang kondusif dengan tidak adanya media pendukung seperti white board atau LCD, membuat fasilitator yang seharusnya 2 orang sedikit kesulitan memberikan materi. Tapi bukan guru namanya jika tidak kreatif, akhirnya dengan segala keterbatasan berlangsung juga pelatihan hari ini.

Mengawali dengan pembelajaran secara mandiri, kami dibagi menjadi 4 kelompok sesuai aspek mata pelajaran Prakarya yaitu Budidaya, Kerajinan, Rekayasa dan Pengolahan. Sebelum membahas secara khusus materi pelajaran, kami digiring untuk merombak mindset/pola pikir guru terhadap kurikulum 2013 sehingga kurikulum 2013 dapat diterima secara terbuka dan guru memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikannya. Hal ini menurut Pak Madira dari SMPN 7 Cirebon yang kebetulan satu kelompok dengan saya di bagian pengolahan, merasa seperti cuci otak dengan mengosongkan isi kepala dari kurikulum 2006 dan digantikan oleh kurikulum 2013.

MENYAMBUT KURIKULUM 2013

Pembukaan, tinjauan umum.

Di waktu libur sekolah yang tinggal 1 minggu akhirnya diadakan pelatihan kurikulum 2013. Sangat dekat dengan tahun ajaran baru dimulai ditambah dengan awal Ramadhan karena sebelumnya diawali dengan  pelatihan Widyaiswara, lalu pelatihan Guru Inti dilanjutkan dengan pelatihan Guru Sasaran yang sekarang sedang saya ikuti. sebagai informasi penerapan kurikulum 2013 akan diberlakukan di sekolah eks-RSBI dan beberapa sekolah yang ditunjuk.


Di tahun ajaran baru mendatang mata pelajaran yang biasa saya ampu yaitu TIK tidak nampak digantikan oleh Prakarya. Kenyataannya di tempat pelatihan ini, sebagian besar guru prakarya yang ditunjuk adalah sebelumnya merupakan guru TIK dan/atau PTD.

Acara pembukaan berisi paparan mengenai apa dan kenapa kurikulum 2013 harus segera diimplementasikan. Secara garis besar Dr. Wahidin, M.Sc dari .. (mohon maaf, MC begitu cepat membacakan data beliau sehingga kurang jelas dan nama beliau tidak tertera di buku panduan diklat), kurikulum 2013 bertujuan untuk menyempurnakan teori kognitif Bloom dengan teori Andersen dengan menambahkan kemampuan kreasi-inovasi atau dengan kata lain menerapkan "Higher order thinking" sehingga siswa mampu berdaya kreasi untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Monday, June 3, 2013

GosKul Hari Jadi Bogor ke 531.

Saya dan ceu @tariandrie, tentunya, menyadari betul kalau gowes kami hari minggu kemarin tepat sehari sebelum hari jadi kota kami tercinta, Bogor ke 531. Niat kami hari itu ingin gowes kami lebih 'bermakna'. Objek bangunan-bangunan bersejarah salah satu yang sangat menarik minat kami untuk dikunjungi. Jadilah hari itu kami gowes sambil nyanyi, "... melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri, saya panggil bang becak..." lhoo...

Gn. Salak dari atas atap :)
Tiap ada bangunan yang menarik kami berhenti sejenak, narsis atau sekedar mengabadikan bangunan dan keadaan sekitarnya. Paling asyik saat naik ke sebuah gedung dan dapat gambar gunung salak. Hari yang cerah ditambah awan yang berarak diatasnya membuat Gunung Salak kelihatan 'sangar'.

Friday, May 24, 2013

Penentuan KTSP Kurikulum 2013.

Hari ini kegiatan workshop Peningkatan Mutu Pendidikan memasuki hari kedua. Bahasan kami mengenai  penentuan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) tahun pelajaran 2013/2014. Mengetahui bahwa kurikulum 2013 kemungkinan besar akan diimplementasikan di sekolah kami pada tahun ajaran baru Juli mendatang, penyusunan KTSP akan berdasarkan sturuktur kurikulum 2013 yang dikeluarkan pemerintah.

Jumlah jam yang diakui pada kurikulum 2013 sejumlah 38 jam per minggu, berkurang 6 jam dari KTSP sebelumnya sebanyak 42 jam. Hal ini akan mengakibatkan waktu belajar kelas 8 dan 9 lebih lama dibandingkan dengan kelas 7. Bila memungkinkan keinginan sekolah kami dengan  Visi  "Dengan IMTAQ dan IPTEK pada tahun 2017 SMP Negeri 1 Bogor menjadi sekolah unggulan, berwawasan lingkungan dan berdaya saing internasional" ini tetap akan melayani dengan mutu yang minimal sama dengan pelayanan tingkat RSBI selama ini. Hal ini juga diungkapkan oleh Kadisdik Kota Bogor pada saat pembukaan acara workshop kemarin sore.

Kesamaan pelayanan mutu bisa dimulai dengan melayani siswa dengan jumlah jam yang sama. Kendalanya adalah Pemerintah hanya akan mengakui jam belajar hanya 38 jam. Rencana berikutnya adalah mengembalikan kembali kepada masyarakat dalam hal ini orangtua siswa apakah bisa memenuhi kekurangan pembiayaan untuk kelebihan jam yang akan diberlakukan sementara untuk pemenuhan tenaga pengajar kami akan memberdayakan tenaga honorer yang ada.

Untuk lebih jelasnya, modifikasi Jam Pembelajaran di kelas 7 tahun pelajaran 2013/2014 bisa dilihat dalam tabel berikut:


Ini baru sekedar rencana. Implementasinya kembali kepada keinginan masyarakat akan dibawa kemana arah pembelajaran selanjutnya. Sepertinya lagi-lagi saya harus menunggu...


Menunggu Implementasi Kurikulum 2013.


Dunia pendidikan sedang mempersiapkan kurikulum baru. Tentang kurikulum 2013 yang disebut-sebut sebagai kurikulum yang TEMATIK-INTEGRATIF akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014 secara bertahap. Kalau saya terjemahkan secara bebas artinya beberapa mata pelajaran terintegrasi dalam membahas sebuah tema. Dicontohkan pak Mentri di kompas, pembahasan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang SUNGAI bisa dipelajari dari sisi IPS dan IPA yang dalam kurikulum 2013 mengalami integrasi kedalam mata pelajaran BAHASA INDONESIA, misalnya.

Dari keseluruhan sekolah yang sedianya akan melaksanakan kurikulum baru tersebut, akhirnya diputuskan untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut di sekolah-sekolah eks-RSBI dan sekolah-sekolah yang terakredetasi-A. Hari ini 23 Mei 2013 komisi X meminta Kemendikbud untuk melengkapi dokumen guna mempersiapkan kurikulum baru tersebut. Jadi, hari ini data tentang sekolah yang akan terimplementasi kurikulum 2013, nama Kepala Sekolah serta guru-guru yang harus dilatih guna kesiapannya harus masuk untuk kepentingan penyusunan anggaran.

Monday, May 20, 2013

Tidur Gaya.

Setiap mahluk yang bernyawa butuh yang namanya tidur. Pada saat tidur seluruh anggota tubuh dan segala pernak-perniknya diistirahatkan sejenak seperti juga HaPe atau alat elektronik lain yang perlu di charge.

Sebagian orang (seperti juga saya) sangat membutuhkan tempat yang sangat khusus, suasana yang tenang termasuk suasana hati. VK anak saya yang pertama kurang lebih sama untuk hal yang satu itu, tapi Ilham,  adiknya agak berbeda. Berikut beberapa rangkuman gaya tidur Ilham mulai dari yang "normal" dan biasa-biasa aja sampai ke yang sedikit "abnormal"

Monday, February 25, 2013

Matahari(ku) Bersinar.

9 Desember lalu Ilham, anakku genap berusia 5 tahun. Waktu terakhir ke Posyandu Ibu-ibu disana bilang anakku sudah "lulus" jadi Balita. Mmm sudah besar ya?

Tahun lalu sebetulnya kami sudah akan memasukkan nya ke TK kecil. Namun rupanya Ilham belum mau sekolah. Hampir semua orang bilang, anak kita tidak perlu dipaksa untuk sekolah, tunggu sampai dia mau sendiri, katanya. Namun sampai sekarang pun tiap ditanya Ilham belum mau sekolah. Dia bilang dia mau sekolah komputer aja, mungkin karena dia senang main game dan layar yang terbuka didepannya. Atau karena sejak kecil sering saya bawa bekerja dan berhadapan dengan komputer dan masuk ke Lab. komputer? entahlah.

Memperkaya Hati dengan Jigsaw Puzzle.

Dari sekian banyak pilihan hobi untuk relaksasi saya pilih menyusun Jigsaw Puzzle. Permainan yang ditemukan tahun 1760 oleh John Spilsbury seorang pembuat peta dan pemahat dari London (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Jigsaw_puzzle), sampai saat ini masih bertahan sebagai permainan yang mengasyikkan, menantang, mengasah kemampuan otak dan cara yang ampuh untuk menghabiskan waktu yang berkualitas bersama teman dan keluarga.

Kemarin saya mendapat oleh-oleh jigsaw puzzle dari @tariandrie berisi 450 keping lukisan "Toki no Kane" atau  "Tower Bell" yang berada di Kawagoe - Saitama - Jepang yang sangat indah (makasih yaa :*).

Tantangan pertama, kepingan puzzle ini lebih kecil dari keping yang biasa tersedia. Kedua dan ketiga, gambar yang cukup rumit dan miskin warna cukup membuat alis bertaut. Tapi karena rasa penasaran yang sangat, akhirnya waktu pembuatannya bisa cukup sehari saja.

Pada saat pembuatan, beberapa filosofi jigsaw puzzle saya temui. Mungkin pesan tersirat ini tidak terfikirkan oleh penciptanya dulu, atau mungkin juga saya lebay dengan sok jadi filsuf, tapi bisa jadi ada benarnya juga.

Saturday, February 23, 2013

Destinasi.

Banyak orang mengatakan untuk tidak membatasi sebuah cita-cita. Banyak pula yang menyarankan untuk meletakkan gambar cita-cita kita di tempat yang gampang terlihat. Maksudnya, dengan melihatnya, kita akan memacu alam bawah sadar untuk membantu mewujudkannya.

Belum ada penelitian yang resmi untuk pernyataan tersebut, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ada teman  yang punya sebuah buku yang dia sebut "Buku Mimpi". Isinya mirip buku klipping dengan gambar-gambar barang yang ingin dia miliki dan tempat yang ingin ia kunjungi. Ada juga yang lebih ekstrem dengan memasang gambar seukuran poster mimpi-mimpinya. Akhirnya saya sebut kamarnya sebagai "Galeri Mimpi".