Saturday, December 31, 2011

Arti Senyuman

Ada lomba aplod foto senyuman dan cerita dibaliknya. Niat ingin ikutan, tapi ternyata ga segampang itu memilih foto dengan senyum termanis yang saya punya. Wajah yang sama, senyum dari bibir yang sama ternyata punya arti yang berbeda-beda.

Di Ruang Tunggu.

Tahun baru selain membawa harapan baru, seringkali membuat stress meningkat. Tuntutan untuk membuat laporan akhir tahun, pemeriksaan dari departemen terkait, buat para guru, melaksanakan ulangan akhir semester, mengisi raport, semua itu dikerjakan di akhir tahun. Tekanan itu juga yang sepertinya menyebabkan teman saya harus pergi ke dokter untuk badannya yang tiba-tiba menuntut untuk beristirahat.

Sunday, December 11, 2011

Saya Berbohong Untuk Belajar Kejujuran (Reunion Day).

There's always something in reunion..nope.. I don't think so... there's many! Masuk SD 32 tahun yang lalu -ya ampyuunn lama banget!-. Lulus 6 tahun  kemudian, lalu mulai berganti teman,  ganti hobi, ganti kebiasaan, ganti apa lagi?? Karena 6 tahun lamanya di SD -beruntung juga saya ga termasuk anak yang harus pindah-pindah sekolah-, teman-teman SD punya keistimewaan sendiri buat saya, hampir semua nama lengkapnya hafal!

still remember this moment
Jaman SD yang paling kita ingat biasanya makanan apa yang kita suka, permainan yang sering kita mainkan, dan guru favorit. Guru galak yang bikin takut? Not here... saya beruntung di sekolah saya guru-gurunya sudah modern sejak dulu. Mereka hanya akan "galak" saat kita berbuat salah. Student centre dengan mendorong anak untuk mengemukakan pendapat. Di kelas mereka mengajar dengan penuh perhatian. Semua guru terlihat "kompak". Dalam testimoni guru di acara reuni tadi, betul dugaan saya bahwa kebaikan yang saya terima dari guru-guru ketika SD dulu  berasal dari kekuatan pimpinan atau Kepala Sekolah.

Tuesday, December 6, 2011

Why I Love Music

A few days ago I've got a best music player I've ever have. Music to me is a major need because all the expression in music always make my world so wonderful. Music could also help me trough every moment in my life. When I'm happy a music could make me happier, when I sad, music could bring happiness and joy so everything seems so easy.

Sunday, December 4, 2011

TheKube2; Smallest Touch MP3 in The World | Karena Saya Berani.


Dalam menikmati musik yang paling penting adalah kualitas suara yang kita dengar. Sering lagu seenak apapun apabila tidak didukung audio yang cantik menjadi kurang sensasi sehingga yang semula bertujuan relaksasi mendengar musik malah jadi galau gara-gara musik. Karena tujuan relaksasi juga, musik harus bisa kita dengar dimana saja dan kapan saja.
The Kube2 dijamin akan memberikan kita keduanya. Suara yang keluar dari earphone dengan kabel gepeng dan kenyal seperti mi kwetiaw, menjamin kualitas suara yang dihasilkan bening untuk semua jenis musik. Yang pasti lebih kuat dan tidak khawatir berbelit saat tidak dipergunakan. Saya coba putar semua jenis lagu. RnB, dentuman bass nya menggetarkan telinga membuat badan rasanya ingin ikut goyang. Klasik, semua insrumen musik yang dimainkan terdengar begitu jernih. Rock, menghantam, Jazz, begitu cantik. Dengan pembagian suara, bass serta treble yang seimbang, telinga kita tidak akan mudah lelah walaupun mendengarkan musik dalam waktu yang cukup lama.

Saturday, December 3, 2011

Tentang Moving Class

Tahun pelajaran ini sekolah kami mencoba menerapkan moving class. Moving class adalah keadaan dimana guru tinggal di kelas dan murid yang mendatangi kelas sesuai dengan mata pelajarannya. Tujuan moving class adalah untuk membangun kualitas pembelajaran dengan cara meningkatkan kreatifitas guru untuk mengelola dan mengkondisikan kelas sesuai dengan  mata pelajaran. Di setiap kelas guru bebas mengkreasikan kelasnya sedemikian rupa sehingga cocok dengan mata pelajaran yang dibimbingnya. Dengan kondisi kelas yang demikian diharapkan siswa segera terbawa dan siap untuk menerima materi.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu memberikan pembelajaran, karena guru tetap tinggal di kelas dan tidak terganggu hal lain.
Meningkatkan disiplin guru dan siswa dalam pengertian, guru dituntut untuk hadir lebih pagi karena tanggung jawab ruangan ada di tiap guru sehingga mereka harus datang lebih pagi. Bagi siswa, mereka ditekankan untuk selalu datang tepat waktu, kalaupun ada toleransi waktu, berikan jeda yang wajar.
Dapat meningkatkan keterampilan dalam mengkreasikan pembelajaran menggunakan media pembelajaran.
Dengan demikian diharapkan akan memotivasi siswa untuk bersikap lebih terbuka terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (tautan).

Namun ada beberapa hal sebelum memutuskan memberlakukan moving class. Yang pertama, pastikan sarana dan prasarana pendukung dapat dipenuhi oleh sekolah dan dikelola dengan baik oleh guru mata pelajaran. Kebutuhan untuk mengkondisikan kelas kadang terbentur oleh besarnya dana yang diperlukan.
Yang kedua, yang penting disediakan adalah loker siswa, karena siswa akan terbebani oleh buku-buku pelajaran yang harus mereka bawa berkeliling sekolah setiap harinya.
Ketiga, perlu juga dipertimbangkan jeda yang terjadi di setiap pergantian mata pelajaran. Beberapa siswa mungkin memanfaatkan waktu jeda untuk ke kantin (yang tidak diperbolehkan saat waktu pembelajaran). Atau bahkan tidak hadir di jam berikutnya bagi guru yang tidak terlalu ketat dengan cek kehadiran. Keempat, ketersediaan jalur lalu lintas siswa yang cukup luas sehingga tidak menyebabkan keriuhan saat ganti pelajaran yang dapat menyebabkan terlambatnya siswa hadir di kelas. Keadaan bangunan yang lebih dari satu lantai bisa juga menyebabkan siswa kelelahan apabila harus naik dari lantai satu ke lantai 4 misalnya dalam waktu yang singkat.

Kelima, berkurangnya rasa tanggungjawab dan memiliki siswa terhadap kelas-kelas yang dikunjunginya. Siswa menjadi acuh tak acuh terhadap kebersihan kelas yang ditempatinya atau cenderung menyalahkan kelas sebelumnya yang mengotori kelas. Yang lebih berbahaya apabila siswa melanggar batas area guru yang seringkali berisi data tentang siswa. Bisa saja terjadi barang milik guru kemudian hilang. Keenam, Pembiasaan piket kebersihan setiap hari jadi sulit dilakukan dan akhirnya beban terberat ada di petugas kebersihan sekolah dan guru itu sendiri.

Guru dalam hal ini walaupun sudah memiliki ruang kelas sendiri, tetap membutuhkan satu ruang khusus untuk guru (ruang guru) tempat untuk guru bekerja mengolah pekerjaan administrasi berupa nilai yang sifatnya sangat pribadi. Selain itu mengelola satu ruang yang harus dikondisikan sedemikian rupa dapat membuat tekanan yang cukup berat bagi seorang guru. Penyediaan sarana relaksasi dan dapur khusus untuk guru sedikit banyak dapat mengurangi tekanan tersebut.

Kendala yang ditemui pada saat pelaksanaan moving class dapat diatasi apabila seluruh komponen sekolah membicarakan terlebih dahulu serta melakukan analisa menyeluruh tentang kesiapan pelaksanaan moving class dari berbagai kondisi. Jika kemudian diberlakukan terlebih dahulu baru masalah yang timbul diatasi kemudian, dikhawatirkan kelangsungan moving class tidak berjalan semestinya dan berumur pendek.
Namun harapan untuk pelaksanaan yang semakin baik selalu menjadi penyemangat, Chaiyo! 

Monday, November 28, 2011

SAHABAT

Di tengah saya mengerjakan administrasi sekolah pagi tadi, lampu hape berkedip tanda ada pesan masuk. Mmm ternyata dari sahabat saya nun jauh di Jawa Timur sana. Sahabat yang saya kenal sejak kelas 1 SMA. Kami bersahabat bukan karena persamaan melainkan karena banyaknya perbedaan diantara kami. Saya tomboy, dia feminin. Saya malas, dia rajin. Saya semrawut, dia begitu rapi. Saya cerewet, dia cenderung pendiam. Kami bergabung dalam vocal group, sama-sama tergabung dalam Paskibraka kota dan duduk sebangku selama kelas 2 dan 3 SMA.

Namun karena perbedaan itu pula, kami saling mengisi. Saya yang malas jadi sedikit rajin karena dia, dia yang sangat serius jadi sedikit humoris karena canda saya tiap hari. Seringkali hal-hal konyol terjadi dalam persahabatan kami. Seperti jika jalan-jalan ke toserba saat hari libur. Seringkali saya 'menghilang' di keramaian sehingga dia akan kebingungan mencari dan pulang sendiri. Padahal saya ada tepat di belakangnya. Alhasil dia pasti 'ngambek' setelahnya.

Saking dekatnya kami, duduk sebangku pula, tulisan kami jadi sangat mirip (saya suka tulisannya yang rapi sehingga tanpa sadar saya meniru tulisannya). Potongan rambut yang hampir sama, hingga guru kami banyak yang sering tertukar memanggil nama kami.

Sekarang, 22 tahun kemudian. Kami masih sering kontak, walaupun terpisah jarak ribuan kilometer. Kecanggihan teknologi merupakan keuntungan bagi kelangsungan persahabatan kami. Dia sering share hasil kue atau masakan buatannya, saya share kerajinan tengan yang saya buat. Share foto anak-anak sudah pasti. Hari ini pesannya masuk hanya berisi tulisan nama saya ditambah dua icon sedih :(:(.
Saya jawab, kenapa pagi-pagi teriak-teriak? dia jawab lagi; Kamu tuh ya... emang klo yg paling deket biasanya suka lupa... (waduh saya bayangkan wajahnya yang merengut). Otak saya berputar mencari apa yang terjadi hari ini sampai membuat pesannya sedih seperti itu. Ternyata... 28 November... sehari setelah ulangtahun ibu saya... yaa ampuunn... hari ini dia ulang tahun! (dan saya lupa seperti juga tahun-tahun sebelumnya).

Hari ini kamu berulang tahun, maafkan otakku yang semakin tua selalu lupa hari ulangtahunmu. Walaupun aku selalu lupa hari ulangtahunmu, bukan berarti aku lupa kamu. Tidak akan pernah ada sahabat sebaik dirimu buatku. Tidak ada sahabat yang bisa membuatku nyaman bicara apapun karena kamu mau mendengar apapun dariku. Sahabat, selamat ulang tahun dariku, semoga kamu selalu bahagia dan selalu ingat bahwa kamu masih punya aku sebagai SAHABAT.


Monday, November 21, 2011

Blog Apa Ya?

Dari hasil rapat tadi sore, MONEV nilai profesionalisme guru selain dilihat dari perencanaan pembelajaran, pemberian item test, serta penilaian yang diberikan, dilihat juga apakah seorang guru menguasai IT dengan aktif atau tidak. Pengukurannya adalah dari penguasaan program office, serta memanfaatkan internet dengan memiliki akun email, serta Facebook.
Lucu juga memang, kenapa facebook? kenapa tidak spesifik menyebutkan apakah seorang guru mempunyai akun blog yang secara khusus berisi tulisan2 bukan cuma sekedar berbagi status "what's in your mind". Walaupun sebenarnya, tidak saya pungkiri, akun facebook banyak juga menghubungkan saya dengan siswa, memberi saya inspirasi dan berbagi dengan mereka di kolom notes, tapi belum ada point khusus bagi para guru yang aktif mengelola sebuah blog.

Bicara soal blog pembelajaran, bukan tidak ingin saya buat, tapi saya masih berpikir bahwa saya ini guru galau. Galau karena beberapa mata pelajaran yang saya ampu dengan waktu yang singkat. Ekonomi untuk tiga bulan, Geografi dan Sejarah untuk 1 tahun, IPS terpadu tahun berikutnya, tidak mengajar samasekali (administrasi) 6 bulan berikutnya, asisten guru TIK untuk satu tahun, PLH tahun berikutnya, saat ini mata pelajaran TIK dengan diselingi mengganti guru TIK yang kebetulan menunaikan ibadah haji dan pensiun. Belum lagi sudah beredar kabar tahun depan saya akan dipindah lagi untuk mengajar PLH, padahal saya belum pernah mendapat pemberitahuan secara resmi.

Buat saya, berpindah dari satu mata pelajaran ke mata pelajaran lain menjadikan kemampuan serta pengetahuan saya tidak fokus. Rasanya tidak ada kesempatan untuk berkembang karena keterbatasan niat dan pelaksanaan terbentur waktu yang kurang memadai. Saat niat fokus di IPS tiba-tiba loncat ke TIK, lalu locat lagi ke IPS, belum lama diloncatkan lagi ke PLH, terakhir di TIK dengan gossip akan dikembalikan ke PLH. Bukan main galau dan berputar banyak pertanyaan di kepala saya: kalau seandainya saya ingin menjadi guru profesional yang mengelola sebuah blog, Blog apa ya kira-kira yang harus saya buat? IPS? TIK? PLH? atau Administrasi sekolah??
Akhirnya saya masih disini, berkutat di Blog curhat suka-suka... :)

 


Kalau saja..

Baru 30 menit, bunyi bel tanda ganti pelajaran berdering. Padahal yang seharusnya 1 jam pelajaran samadengan 40 menit. Ada korting 10 menit seperti biasa dilakukan tiap hari Jumat, tapi ini Senin.
Murid-murid sama bingungnya dengan saya, saling bertatapan. "Ganti mz?" tanya mereka ragu. "Well, Yes, you've heard the bell..," saya berusaha tenang, seakan memang tahu benar hari itu waktu belajar dipersingkat.

Padahal, di benak saya hanya menebak karena hari ini para Guru akan mengadakan rapat, waktu belajar menjadi singkat. Ternyata memang benar, tak lama guru yang bertugas piket hari ini mengumumkan tentang perubahan waktu belajar. Mungkin karena agenda rapat hari ini begitu padat, MONEV, Test Direktorat, UAS,  mm.. really something ya...

mari kita meeting...

Jam 13 lebih sedikit waktu rapat tiba. Saya memilih duduk agak belakang supaya lebih tenang melakukan apa yang ingin saya lakukan. Sombong benar saya hari ini, tidak ingin peduli apapun yang akan dibicarakan. Bukan tidak pernah saya menyimak dengan seksama, membuat catatan bahkan membuat notulen untuk setiap rapat yang diadakan. Namun ternyata otak bebal ini lebih sering tidak paham arah pembicaraan dalam rapat. Bertanya atau menanggapi sebagai bahan evaluasi atau semata menyatakan pendapat seringkali malah diartikan sebagai perilaku melawan dan sikap sok tahu (padahal memang betul-betul tak tahu). Akhirnya, posisi bangku belakang menjadi tujuan utama lalu menyalakan laptop terhubung internet.

Chatting dengan teman... lagi-lagi sombong benar saya, selagi orang berbicara, saya malah ikut 'bicara' dengan orang lain... tapi jangan takut, saya masih menyimak, kok, selain dari tugas yang bertambah, harapan pribadi tetap semoga bisa menjadi pembelajar yang lebih baik.

Blogging, akhirnya menjadi pilihan. Mumpung ide mampir, tulis lah pengalaman belajar hari ini. Hasilnya walaupun tidak bagus tapi lumayan buat sekedar catatan harian yang akan diingat lagi suatu saat kelak. Kalau saja setiap rapat saya menghasilkan satu tulisan...betapa produktifnya saya... :)



Sekolah vs Belajar.

Sosiologi, mata pelajaran yang saya sukai. saya masih ingat nilai A besar yang saya peroleh waktu kuliah (karena di SMA saya mengambil kelas A2 yang tidak mempelajari Sosiologi). Hari ini tugas saya mengantarkan materi tentang Perubahan Sosial di masyarakat.

Anak-anak berebut masuk ke kelas. Sejak Moving class diberlakukan di sekolah kami, Guru tidak perlu berkeliling, cukup menunggu di kelas dan membuat kondisi kelas sesuai dengan mata pelajaran. Di white board penuh sudah tulisan saya tentang materi perubahan sosial. Saya melihat beberapa wajah mengerenyit melihat penuhnya papan white-board dengan tulisan saya.

Sambil menunggu mereka siap, saya online social media twitter. Ternyata @babansarbana sedang berbagi tips tentang sekolah vs belajar. WOW sesuatu  banget kalau saya bisa membagikannya dengan anak2. Kebetulan time line nya sangat pas dengan materi pembelajaran hari ini.

Bahan 'Belajar' hari ini.

Jadi, begitulah.. sambil santai tapi serius saya berikan tips yang datang dari seorang "alumnus" yang luar biasa pemikirannya bagi dunia pendidikan. Boleh saya sebut beliau ini pendidik dengan caranya sendiri.

Satu per satu tips nya kami bahas. Menunjukkan bahwa dari Media Sosial kita bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan memotivasi.

Dengan metode belajar hari ini yang sederhana, mereka yang tadinya tidak mau belajar pun berkomentar... "Belajarnya seperti ini terus dong Bu....".
Thx Pa Baban Sarbana.

Thursday, November 10, 2011

Sampai Jumpa Lagi.

Mengantar sahabat yang datang untuk mengunjungi tempat-tempat wisata merupakan kesenangan tersendiri buat saya. Seperti hari ini, saya mengantar sahabat kami dari Pioneer Secondary School - Singapore ke tempat yang amat saya sukai: Puncak.

Dari Bogor kami berangkat pukul 11.00 molor sedikit dari jadwal yang seharusnya pukul 10.40. Perjalanan seperti biasa disertai dengan macet di beberapa tempat akhirnya kami tiba di Mesjid Atta'awun pada pukul 13.00. Kenapa Atta'awun? Kami ingin menunjukkan sebuah tempat ibadah yang dibingkai keindahan alam pegunungan, sesuatu yang tidak ada di negaranya. Segarnya hawa pegunungan, walaupun tidak sesegar dulu, cukup menghibur badan yang penat melewati sekian kilometer yang telah kami tempuh.

Kemegahan Atta'awun 
Setelah makan siang dan Sholat, kami 'menantang' para murid dan guru untuk mendaki ke tempat Atlit paragliding beradu tangkas dalam even SEA GAMES kali ini.
Cukup kehabisan napas untuk sampai di atas, bertemu dengan beberapa atlit dan official dari beberapa negara untuk menjajal ber-paragliding di Gn. Mas. Setelah mengamati keindahan alam dari atas sambil foto-foto, akhirnya kami turun untuk mengunjungi Taman Safari Indonesia.

Cuaca sangat bersahabat, tidak terlalu panas dan hujan yang tidak terlalu deras yang untungnya tidak turun pada saat kami mengunjungi tempat-tempat wisata. Di Taman Safari Indonesia kami melihat satu suguhan harimau Sumatra yang berlompatan dengan lincah bersama para pelatihnya setelah berkeliling selama kurang lebih setengah jam melihat koleksi satwa yang mereka miliki.

Barisan banner show Taman Safari Indonesia.
Kadang saya bersyukur karena jalanan macet. Karena kesenangan saya untuk mengobrol dan bertukar cerita tentang banyak hal terpuaskan. Tentang sistem pendidikan, perbandingan biaya sekolah, fasilitas sekolah, psikologis anak, politik hingga sosial budaya negara masing-masing dikupas bagai seminar tak resmi. Jadi, walaupun setelah mengantar capeknya belum hilang selama sudah hampir seminggu, tapi perjalanan itu tetap mengesankan buat saya. Jika saya berkunjung ke negaramu, saya pastikan akan menghubungi mu seperti yang kamu minta.

SMPN 1 Bogor - Pioneer Secondary School Singapore, see you soon....


Friday, August 19, 2011

Ai : Dunia Yang Bercerita Dalam Diam.


Tidak seperti saya yang mencari nafkah dengan berteriak setiap hari, bermodalkan suara yang kadang serak kadang sumbang, berbekal teknologi dan teknik penyampaian yang diusahakan ngga bikin ngantuk, teman serumah (suami saya) lebih banyak berbicara dalam hati dan dituangkan dalam laporan kerja.

Mungkin karena itu juga, kemampuannya bercerita dengan tulisan semakin berkembang dari hari ke hari. Melalui Blog yang dia kelola sejak 4-5 tahun ke belakang, eksistensinya sebagai blogger semakin terukir dengan banyaknya 'hadiah' yang ia dapat. Padahal awalnya dari mengirim TTS dengan hadiah Rp. 10.000,- di tahun 80-an. Tahun 90-an mulai berani kirim karya gambar dan artikel tentang kegiatan sekolah. 2000-an dia mulai kenal internet dan nge-Blog. Keadaan ini semakin eksis waktu dia punya BeBeh dan mulai terhubung dengan jejaring sosial eFBeh dan twitter. Alhasil, sampai hari ini, mulai dari goody-bag, gadget, perjalanan gratis, sampe bantuan renovasi rumah dia dapat.

Yang paling baru ia terpilih sebagai salah satu dari 60 orang petualang ACI dari 80.000! bukan main. Tulisannya tentang kekayaan alam Indonesia Timur dan kepiawaian nya berbicara meyakinkan para dewan penilai membuatnya (akan) bertualang di Serambi Mekkah, Aceh. Senangnya..

Buat saya, orang yang selama ini ada di sampingnya, tentu saja ikut bangga. Menyebutnya sebagai Hokki guy bisa jadi diartikan juga bahwa dia sangat beruntung punya istri saya (hahaha). Saya dukung dia sepenuhnya, jarang saya ganggu waktu dia sibuk apdet status atau twit ikut lomba berhadiah or sekedar RT-RT an... 'tul, saya memang kurang punya waktu untuk terus hang-out di dunia maya. Hanya sekedar tahu dan say hello sama teman-teman, menulis sedikit mencuri waktu yang tersita habis setiap harinya (jika habis menulis, besoknya pasti ngantuk berat). Namun belakangan keasyikan my honey buny membuatnya 'lupa' untuk bilang "aku ada dimana..bersama siapa..kapan pulangnya..." (xixixi kayak lagu aja..) malah teman yang "follow" twit nya dan punya gadget nya lebih tau sedang apa dia at present.. detik itu!

Hmm... musti gimana ya? So... jadi teman eFBeh nya dan Follow his twitter laaahhh... betul-betul luar biasa, bisa ikut perjalanannya, pekerjaannya, bahkan curhatnya walaupun dalam diam.. thanks to social network buat jasanya... :D

Friday, August 5, 2011

STATUS UPDATE.

"my new car"... sambil si empunya bergaya di depan seuah mobil mewah.
"my baby"...sambil menimang si kecil yang lucu dan menggemaskan.
"the journey"... sambil wall nya dipenuhi gambar pemandangan tempat yang dikunjungi.
kadang-kadang juga tanpa disertai gambar:
"aduuuhhh... tukang parkir kurang berpendidikan *bahasa yang diperhalus* mobil gw sampe naek ke trotoar"...
atau
"eh si ibu anu sertifikasi nya udah cair tuhh... ayo kita minta traktiran..."

Dari beberapa status di wall FB di atas, mungkin ada beberapa yang kita anggap narsis, ada juga yang kita anggap pamer atau ga penting, tapi ada juga status yang sekedar berbagi kebahagiaan. Beberapa waktu lalu saya sempet kena protes katanya kalo saya udah bikin status ga pernah dibaca komen dibawahnya yang akhirnya tak berbalas. Padahal sebetulnya saya kadang senyum kadang mengernyitkan dahi, kadang berfikir dalam dalam menanggapi sebuah komen atas status saya. Namun bagaimanapun komen pada status saya, tetap saya usahakan balas dengan senyum dan senyum lebar... :) :D.....

Mungkin saya termasuk 'save player' dalam membuat status. Masih mempertimbangkan bagaimana perasaan orang lain saat baca status kita. Sangat menghindari narsis dan sombong, coz, apa sih yang mau kita sombongkan? kalo narsis, segitu merasa seperti artis kah kita sehingga pantas buat narsis?
Nope, kebanyakan status saya berisi curhat ringan atau sekedar laporan selayang pandang seperti keadaan cuaca, kegiatan sehari-hari, kelucuan fika dan ilham, atau berupa pesan or quote umum.. standar lahh, saking biasanya, jarang mengundang orang lain untuk berkomentar... :D

Karena cari aman juga, jarang saya berkomentar buat orang-orang yang saya anggap tidak kenal betul dengan saya. Cukup ikut merasa senang dengan kegiatan teman-teman yang punya karier bagus, anak2 yang lucu, melakukan perjalanan keliling dunia atau berita menggembirakan lainnya. Untuk status2 yang saya anggap kurang penting, saya jadi berfikir untuk meng-hide statusnya supaya mengurangi beban saya untuk mengerenyit *supaya ngga cepet keriput...ehehe. Intinya selalu melihat dari kacamata positif bahwa si pemilik status tak pernah berfikir sedikitpun untuk menyombongkan diri. Kebutuhan dia beraktualisasi dan menetapan di status sosial mana dia berada selalu saya hargai bagaimana pun cara dan bentuknya.

Tapi pernah juga saya ditegur seseorang karena status saya yang... "ingin cari sekolah yang jujur buat anakku...." katanya takut nanti gara-gara status itu nasib saya bisa jadi sperti mbak Prita dan RS Omni... mmm... saya sekali lagi tetap hargai pendapatnya sambil terus bertanya, dimana salahnya status itu? darimana sebenarnya orang yang menegur saya tadi memandang status itu sebagai sesuatu yang 'membahayakan'....? jadi mengerenyit lagi nih... ----.----

Thursday, July 7, 2011

Seandainya Harry Potter Pakai simPATI

Harry Potter terlihat sedang merenung diatas tempat tidurnya. Hari ini hari yang istimewa baginya. Namun tidak ada satu pun teman yang menemaninya. Saat ini memang musim liburan bagi para pelajar di Hogwards. Hampir semua siswa pulang ke rumah orangtuanya masing-masing, kecuali Harry. Dia tidak mau kembali ke paman Dursley karena peristiwa yang menghebohkan tahun lalu. Harry masih ingat ketika dengan mantranya dia bisa membuat bibinya membesar dan terbang seperti sebuah balon gas. Harry hanya tersenyum mengingat peristiwa itu.

Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh diluar sana. Harry mengintip dibalik jendela dan melihat sebuah benda berbentuk segi enam merah berputar-putar diatas atap kamarnya. benda itu diselimuti dua cincin seperti Planet Jupiter. Benda itu tiba-tiba mengarah ke arah Harry. Lalu berjalan pelan dan berhenti tepat didepan Harry, seakan siap untuk ditangkap. Agak ragu Harry untuk memegangnya. Namun keraguan itu segera dihapus dari perasaannya. Setelah memegang benda itu, dua cincin yang mengitari bola itu berhenti. Lalu keluar sebuah surat dari balik benda itu. Kemudian segera dibacanya surat itu. Wajah Harry yang tegang mendadak berubah menjadi sebuah senyuman.



[klik surat untuk memperbesar]

Senyuman itu berubah menjadi sebuah keceriaan. Lalu Harry membuka bola itu dan melihat jejeran 16 buah alat berbentuk kotak menyerupai sebuah dompet. Namun bahannya keras dan memiliki layar seperi sebuah televisi. Harry tanpa ragu mengambilnya dan tiba-tiba alat itu menyala. Jari-jarinya menyentuh layar itu dan dengan cepat Harry dapat mempelajari kegunaan alat itu.





















Ia ingin segera memberikan alat itu kepada teman-temannya. Siapa orang-orang yang akan mendapat alat komunikasi canggih ini. Harry lalu mengambil bolpen dan kertas dan segera menulis nama-namanya.


1. Ronald Weasley, inilah salah satu sahabat sejatiku, pikir Harry

2. Hermione Granger, tentu saja ini juga sahabatku dan dia akan semakin pintar..

3. Rubeus Hagrid, aku harus memberinya satu, supaya aku tidak perlu ke hutan untuk menemuinya,

4. Albus Dumbledore, aku tidak yakin akan memberinya soalnya aku kira dia sudah memiliki alat seperti ini..

5. Sirius Black, pamanku ini tentu akan senang dan akan berhubungan denganku setiap saat..

6. Ginny Weasley, ehem-ehem..

7. Fred Weasley, si kembar Weasley yang lucu..

8. George Weasley, kembarannya juga harus diberi..

9. Neville Longbottom, sahabatku ini apakah bisa cara pakainya..

10.McGonagall, untuk guruku tercinta..

11. Luna Lovegood, sahabat baruku..

12. Severus Snape, oh guru ini sepertinya jahat tapi aku yakin dia baik, kuberi saja..

13.Cedric Diggory, inilah Captain Quidditch favoritku..

14. Mad-Eye Moody, salah seorang guru yang sering menolongku..

15. Dobby, wah dia pasti senang banget..




Harry lalu memanggil Hedwig, burung hantunya dan memintanya untuk mengirim alat tersebut kepada nama-nama diatas, kecuali dirinya tentu saja. Harry tersenyum, di hari ulang tahunnya dia bisa berbagi kebahagiaan dengan teman dan orang-orang yang dicintainya. Terima kasih simPATI.

***
sim salabim abra kadabra
simPATI Freedom bawa daku ke singapura :)

Friday, July 1, 2011

BUILDING EFFECTIVE PRESENTATION


By; Prof. Sudarsono,dosen IPB.

Materi tentang presentasi ini dibawakan secara khusus oleh prof. Sudarsono pada saat proffesional day di sekolah kami. Presentasi merupakan hal kesehariab yang sangat penting dalam melaksanakan pembelajaran. Namun apabila tidak dilakukan dengan 'benar', sebuah presentasi akan menjadi tidak efektif.

Pengertian dari presentasi:
-inti dari sebuah presentasi adalah mengkomunikasikan yang ada di kepala kita kepada audience (to communicate what's inside our mind to the audience).
-materi presentasi karus dapat membantu proses komunikasi yang dilakukan (the presentation material should support the communication process).
-audience mendapatkan gambaran yang sama dengan ide yang ada di kepala kita.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah presentasi adalah bahwa LEGIBILITY atau materi presentasi harus dapat dibaca oleh audience. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jelas tidaknya sebuah presentasi misalnya faktor cahaya dan brightness.

Dalam membuat presentasi kejelasan dapat diusahakan dengan :
1. Color lettering and background.
2. Letter size.
3. Font type.
4. Presenting table, graph, picture.

1. COLOR LETTERING VS BACKGROUND.
Untuk mendapat hasil yang kontras dapat dilihat dari color chart yang letaknya berlawanan (oposite side).
contoh:
- color letter: kuning; background: biru.
- color letter: hitam; backgroud: putih (pilihan warna paling sederhana dan pasti legible).
- color letter: putih; backgroud: biru.
Yang harus dihindari warna merah baik untuk letter atau background, atau kuning diatas putih (pucat).

2. LETTER (FONT) SIZE.
dipengaruhi oleh ukuran ruangan. Makin besar ruangan, ukuran font harus semakin besar, minimum ukuran 32 (ukuran ruang 3x3).
Ruangan yang lebih besar bisa menggunakan ukuran 60 atau 88.

3. FONT TYPE.
Sebaiknya huruf yang standar seperti ARIAL atau TAHOMA, karena yang kita lakukan adalah mengkomunikasikan sebuah ide, bukan art display, sehingga sebaiknya tidak menggunakan stylish font.


Other Rule of Thumb:
1. Memperkirakan jenis audience yang akan diberi presentasi. Mungkin saja beberapa dari mereka merupakan tipe pembelajar visual yang lebih memahami materi dengan cara melihat, sehingga sebaiknya diberi penjelasan setiap kontennya.
2. One idea in one slide; presentasikan hanya satu ide dalam satu slide.
3. Bagaimana memanage presentasi kita sehingga dapat dikomunikasikan kepada audience.
4. Daripada menampilkan stylish / fancy presentation, lebih baik kita membuat clear presentastion (presentasi yang jelas).
5. Selain itu kita harus memahami betul materi yang akan kita presentasikan.
6. Hal lain yang juga tak kalah penting adalah sikap kita sebagai presenter harus berusaha sebaik dan semenarik mungkin.

semoga membantu.

Monday, June 27, 2011

Karakter Sapi


Sangat kebetulan, pelatihan Peningkatan Profesionalisme Guru RSBI se Jabar minggu lalu diadakan di kota Lembang, karena di kota itu pula adik ibu saya tinggal. Di hari pertama tiba di kota ini, udara dingin yang menyambut membuat segar dan jernih di hati. Ternyata jadwal pembukaan diadakan pukul 19.00, artinya saya masih punya waktu beberapa jam untuk sekedar jalan-jalan. Setelah membereskan barang bawaan dan mencoba tidur sebentar, akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi tante saya tadi.

Bi Noi, begitu saya memanggilnya, sudah sekitar 20 tahun bekerja di BIB (Balai Inseminasi Buatan) Lembang. Tempat dimana sapi dikembangbiakan serta sebagai bank sperma sapi berkualitas tinggi. Sapi-sapi tersebut banyak didatangkan dari Australia yang beberapa waktu lalu mengecam cara sapi mereka diperlakukan disini.
Saya kira, hal tersebut juga berpengaruh terhadap impor sapi pejantan (bull) yang dipakai untuk bibit. Ternyata tidak, mungkin sapi-sapi disini diperlakukan secara lebih sapiawi... :D

Sapi disana memang diperlakukan dengan baik. Ternyata (kata tante saya) jika diperhatikan dan dipelajari dengan baik, setiap sapi memiliki karakter yang berbeda, tak berbeda dengan manusia. Seekor sapi bisa punya kebiasaan untuk selalu berjalan di tepi.. boleh dibilang selalu mepet-mepet ke pinggir, sapi lain bisa punya kebiasaan unik dengan selalu ingin mendengarkan siaran radio ;) Jika kebiasaan tersebut tidak dipenuhi, misalnya baterai radio yang habis dan telat mengganti, sapi tersebut akan menjadi gelisah. Karena keharusan tersebut, dicari stasiun radio yang tak pernah berhenti siaran... yup... RRI alias Radio Republik Indonesia... :)
Setiap sapi juga punya perasaan. Jika mereka tidak diperlakukan dengan baik, mereka juga akan memperlakukan orang tersebut dengan sama.

Sekali kejadian, seekor sapi dimandikan oleh pengasuhnya dengan kasar (mungkin pengasuhnya sedang bad mood). Sapi tersebut merasakan elusan di badannya tidak seperti biasanya. Alih-alih diam, sang sapi malah mendesak sang pengasuh ke tembok dengan (maaf) pantatnya, sampai sang pengasuh tadi terdesak dan tidak bisa kemana-mana dan baru dilepaskan setelah dibujuk.... :D
Memperlakukan seekor sapi lebih efektif dengan lemah lembut. Sapi lebih menurut bila kita bicara halus dan bernada membujuk daripada memerintah dengan kasar dan membentak.

Menarik sekali obrolan kami sore itu didampingi awug, getuk dan cemilan tradisional khas sunda serta semangkuk sup kaki sapi yang buatan mang Eden , suami bi Noi. Tak terasa maghrib berkumandang yang berarti saya harus segera kembali ke tempat pelatihan.



Jika sapi saja diperlakukan sesuai dengan karakternya, apalagi anak kita yang kaya kemampuan, perasaan, keinginan dan keterampilan. Bedanya dengan sapi, anak perlu kita arahkan agar segala yang dimilikinya menjadi lebih bermakna dan bermanfaat dalam kehidupannya saat ini dan di masa yang akan datang.

link

Friday, June 24, 2011

Pendidikan Karakter

Dari tanggal 23 Juni sampai dengan 26 Juni 2011, dapat pengalaman mengikuti Workshop tentang Peningkatan Profesional Guru RSBI Se-Jawa Barat. Sisipan materi yang didengungkan kali ini adalah selain membangun profesionalisme melalui pembelajaran dengan bahasa Inggris dan ICT, juga ditekankan pembelajaran yang berkarakter. Karakter yang bagaimana yang dimaksud dan kenapa karakter bangsa perlu ditekankan dan disisipkan dalam pendidikan?
Pembicara pertama yang merupakan Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat; H. K. Edi Parmadi, menekankan bahwa bangsa Indonesia sebetulnya mempunyai karakter yang kuat dan tangguh. Namun benturan teknologi dan budaya asing yang kurang tersaring akhirnya memberi dampak yang kurang baik terhadap perkembangan karakter anak bangsa pada masa sekarang. Karakter itu hanya perlu dibangkitkan lagi.
Pembicara-pembicara selanjutnya yang merupakan para pakar dan praktisi di bidang pendidikan sepakat dengan itu. Namun dari sekian materi yang disampaikan masih terkesan bahwa pendidikan di Indonesia terkukung oleh intervensi dan pencitraan semata.
Baru-baru ini anak-anak yang berani mengungkapkan kebenaran 'contek massal' hanya berada di headline pemberitaan selama seminggu, setelah itu.. ??
Pencopotan Kepala Sekolah? Menindak guru yang ikut bekerjasama dalam usaha pembodohan tersebut? Ujian ulang? No No No...
Bahkan Menteri Pendidikan dengan tegas mengatakan "NO" contek massal. Tampak jelas darimana sebenarnya intervensi tentang 'angka sempurna' ini berasal.
Tahun ini sekolah negeri kembali menggunakan nilai ujian murni sebagai syarat masuknya. Awalnya saya fikir ini merupakan suatu tindakan yang fair, mengurangi beban sekolah tujuan karena tidak perlu mengadakan ujian mandiri dan mengetahui standar anak secara nasional. Ternyata...
Mungkin tulisan ini semata kekecewaan karena anakku tahun ini kemungkinan besar tidak bisa masuk smp negeri seperti keinginannya. Mungkin juga karena kecewa terhadap sistem pendidikan kita yang terlalu mementingkan kuantitas, bukan kualitas, angka, bukan nilai. Atau karena kecewa terhadap diri sendiri yang membiarkan semua itu terjadi di depan mata...

Thursday, May 19, 2011

MENULAR.

Sudah kurang lebih seminggu si kuning dengan setia menunggu dinaiki. Tekanan darah yang turun jadi alesan untuk sementara "liren" nyapedah dulu.

Lupa kemarin 'janjian' sama Rama (one of my student) buat gowel bareng, pagi ini tepat jam 7 pagi seperti yang dijanjikan ada suara salam di depan pagar. Rupanya betul anak2ku tersayang udah siap dengan fixie orange (bawaan Rama) dan seli putih (tunggangan Rifa) memanggil-manggil ngajak bareng gowes ke sekolah. Saya masih dengan wajah belum mandi dan bawa sapu rada surprais plus nyesel juga sampai bisa lupa janji.

Salut buat semangatnya. Buat Rama n Rifa, minta maaf hari ini kita ga jadi gowes bareng, next time harus! Rasanya seneng juga penyakit gowel menular ke murid nihh... :)

Monday, May 16, 2011

Nyanyian Ilham.

Tak terasa Ilham sudah berusia 3 tahun 5 bulan sekarang. Neneknya mengusulkan untuk mengikutkan Ilham di Play Grup, katanya supaya tenaganya 'tersalurkan' dan bersosialisasi. Belakangan memang Ilham seperti kelinci energizer yang tak pernah bisa diam. Sampai-sampai saat tidur pun Ilham bisa bangun, duduk dan pindah posisi. Dan itu bisa sampai 5 kali! Jadi salah juga ya kalo dibilang; "diemnya pas tidur doang..."

Suatu hari tanpa pernah saya ajari (entah pernah dan lupa atau diajari neneknya), Ilham tiba-tiba bernyanyi; "tek dung tek dung..la la la.." terus berulang-ulang.. Akhirnya saya ajari yang paling mudah..
"topi saya bundar...bundar topi saya.. bla bla bla.."
Ilham menyimak dengan tekun. Tiba-tiba Teteh malah mengajarkan dengan kacau lagu lain yang iramanya sama..
"Burung kakatua.. menclok di celanaa... Ilham sudah tuaa.. giginya di celanaa... tekdung...."
karuan syair kacau Teteh membuat kami tertawa tergelak-gelak.

Akhirnya tiba giliran Ilham buat mempraktekkan hasil belajar lagunya. Dengan serius Ilham bernyanyi diawali dengan;
"Burung..." Oo berarti dia lebih ingat apa yang diajarkan kakaknya pikir saya. Tapi kata-kata selanjutnya membuat saya dan Teteh lebih tergelak lagi, jadi, inilah nyanyian bait pertama Ilham;

"Burung saya bundaaarr..." ^_^

Saturday, May 14, 2011

DOUWES DEKKER

Masih merasa sebagai seorang guru sejarah (walaupun beberapa waktu ini sedang mengalami 'grounded') saya tertarik untuk menyaksikan acara malam ini di Metro TV yang isinya full sejarah mulai jam 7 malam. Keadaan rumah yang tenang (anak-anak sedang berlibur dan mantan pacar sedang asyik dengan siaran bola nya) membuat saya sangat fokus dan menyadari benar bahwa selama ini ternyata saya telah salah.


Adalah EDUARD DOUWES DEKKER, yang lahir di Amsterdam dari kalangan berkecukupan, beranjak dewasa kegelisahannya menyebabkan prestasinya di sekolah merosot dari hari ke hari. Hal ini yang kemudian menyebabkan ayahnya lalu mengeluarkannya dari sekolah dan menjadikannya seorang buruh rendahan di sebuah kantor dagang. Perkenalannya dengan kemiskinan dan serba kekurangan berpengaruh sangat besar pada kehidupannya di kemudian hari.

Nasib kemudian membawa Eduard DD pergi ke Hindia Belanda menumpang kapal ayahnya. Pada tahun 1839 petualangannya di Hindia Belanda dengan dimulai dengan menjadi seorang Ambtenaar (Pegawai Negeri). Perjalanannya sebagai seorang ambtenaar tidak selalu berjalan dengan mulus, kekecewaan atas perlakuan bangsanya bahkan para pejabat pribumi yang melakukan pemerasan terhadap tenaga rakyat pribumi, menjadikan Eduard DD mengundurkan diri dari jabatannya yang terakhir sebagai asisten residen Lebak dan melakukan hidup sebagai bohemian di Eropa. Pada saat itulah bukunya yang berjudul "Max Havelaar" ditulis dan diterbitkan (1860). Isi buku tersebut adalah pengungkapan dalam versi fiksi tentang pengalamannya pada saat menjadi Asisten residen di Lebak. Namanya sendiri kemudian ia ganti menjadi , "Multatuli" yang berasal dari bahasa latin yang berarti 'aku sudah banyak menderita'.

Kakak Eduard DD yaitu Olaf DD mempunyai seorang cucu yang mempunyai jasa besar bagi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dr. ERNEST DOUWES DEKKER yang lahir di Pasuruan, dalam perjalanan kariernya ia sempat menjadi pegawai perkebunan kopi, bahkan ia juga pernah menjadi serdadu bagi negerinya dalam perang Boer di Afrika, namun kembali pulang ke Hindia Belanda. Pada masa itu Ernest DD lebih dikenal sebagai seorang wartawan.

Dalam karier menulisnya yang kebanyakan tentang kritik terhadap bangsa Belanda dalam memperlakukan negara jajahannya, Ernest bertemu dengan dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Ketiganya kemudian dikenal dengan tiga serangkai. Mereka lalu mendirikan partai yang beranggotakan siapa saja yang menginginkan kemerdekaan yang dinamakan Indische Partij. Partai ini disambut sangat baik dengan mampu mengumpulkan anggota hingga 7000 orang hanya dalam waktu 4 bulan. Perjuangan tiga serangkai dengan juga menulis di surat kabar tentang kritik tentang bangsa Belanda membuat mereka diasingkan serta dipenjara.

Dibubarkannya IP pada tahun 1913 setahun setelah didirikannya mengubah haluan Ernest yang kemudian mendirikan Ksatrian instituut mengikuti Suwardi Suryaningrat yang terlebih dahulu mendirikan Taman Siswa. Namun keterlibatannya dalam menulis buku sejarah yang dianggap antikolonial membuatnya dilarang mengajar. Pengalaman pembuangannya yang terakhir adalah ke Suriname pada tahun 1941. Kondisi fisiknya sangat buruk karena berpindah-pindah penjara. Pada saat Soekarno mengumandangkan kemerdekaan Indonesia, Ernest merasa perjuangannya tak sia-sia. Ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjuangannya dengan membantu Soekarno dalam pemerintahan awal Indonesia. Karena jasa-jasa beliau, Soekarno mengganti namanya menjadi Danudirdja Setiabudhi.

Dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi Indonesia berbagai macam pengorbanan dijalani baik oleh Eduard Douwes Dekker maupun Ernest Douwes Dekker. Dasarnya adalah kebenciannya terhadap ketidakadilan dan kesewenangan dari negara penjajah. Padahal darah penjajah lebih banyak mengalir di tubuh mereka. Memperjuangkan kebenaran selalu tidak mudah. Kegigihan dan pengorbanan mutlak perlu. Intisari lain yang bisa kita peroleh adalah bahwa esensi pendidikan adalah salah satu cara untuk menegakkan kebenaran dan keadilan yang amat susah kita temukan di negeri ini. Seperti juga keadilan bagi putra Ernest yang sekarang terbaring di Rumah Sakit yang bernama sama dengan rekan ayahnya dulu, yang terpaksa mengajukan diri sebagai warga 'miskin' karena tidak ada biaya untuk operasinya. Apakah kita termasuk bangsa yang tidak tahu berterima kasih?

sumber mang wiki:
Eduard Douwes Dekker
Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker
Politik Etis
Kebangkitan Nasional Indonesia

Thursday, April 28, 2011

BTW Pagi Ini.

Bangun tidur seperti biasa prediksi cuaca hari ini dengan melihat ketebalan awan.. mmm tampaknya bakal cerah,persiapan B2W. Belum lama ber B2W sudah membuat saya merasa bersalah jika sehari saja menggunakan kendaraan umum, buat supir angkot mudah-mudahan dengan berkurangnya satu penumpang ngga mengurangi rejekinya.
Setelah berkutat dengan perkejaan rumah dan mengurus Ilham, akhirnya 7.30 pergi dari rumah. Agak siang memang, tapi cuaca cukup bersahabat membuat saya tetap dapat menikmati udara pagi di tengah keramaian dan polusi jalan raya.
Masuk jalan Jalak Harupat, tanjakan sempur, sejak diganti rear derailleur dari lelang gowel kmaren plus seat post+saddle yang lebih empuk, ttb hanya tinggal masa lalu. pelan tapi pasti Gerbang 1 Istana Bogor terlewati, tak jauh tampak ada MTB di tepi jalan, dari belakang persis teman bersepeda saya, Tata. Seperti biasa waktu berlalu di dekatnya bel saya bunyikan sambil melambaikan tangan...tanpa peringatan tiba-tiba angkot mepet di depan saya dan...'ciiitttt' untung rem pakem. Lalu saya tengok ke belakang dimana yang saya kira Tata ikut menjerit saking kagetnya. Ternyata bukan Tata.

Terlanjur berhenti akhirnya saya menyapa, rupanya fresh gaduate yang udah diterima di D3 IPB.. mmm kelihatannya mau bike to campus. Ngobrol kesana kemari, ga jauh dari hobinya bersepeda sejak kecil termasuk pengalaman-pengalaman tak menyenangkan waktu kecelakaan bikin saya tambah ingat untuk selalu waspada waktu bersepeda di jalan raya.

Sedang asyik kami mengobrol, ada mobil yang mendekati kami...
"maaf bu, jalan sempur sebelah mana ya..?" seorang Bapak dari dalam mobilnya bertanya.
"oo bapak nanti u-turn terus....bla..bla.." saya menjelaskan.

Kami asyik mengobrol lagi. tak lupa saya promo acara yang akan diadakan gowel bogor pada 29 Mei nanti. Sedang asyik lagi kami ngobrol, ada seorang ibu yang turun dari mobilnya dan mendekati kami,
"Maaf bu, puskesmas tanah sareal di sebelah mana ya?"
"Ooo, ibu nanti putar balik, lalu... bla..bla.." saya jelaskan lagi.

Tak lama setelah itu kami berpisah karena Lian (cewek yg kusangka Tata tadi) berlawanan arah dengan saya. Pagi ini selain punya teman baru yang sangat suka bersepeda, saya juga menjadi sumber info untuk mereka yang kehilangan arah. Akhirnya saya berfikir untuk lebih tau tentang tempat-tempat di kota bogor, siapa tahu lain waktu ada lagi orang yang bertanya tentang tempat tertentu. Selain itu, biasanya jika saya kehilangan arah paling mudah bertanya pada tukang ojek atau tukang becak yang sedang mangkal di pinggir jalan, mengingat lebih dari satu orang yang bertanya pada saya pagi ini, jangan2 mereka kira saya ojek sepeda... hahaha... kidding ^_^

Sunday, April 24, 2011

Green Campaign Bike To School, dan Ilham pun tertidur.


Hari Minggu ini saya, mantan pacar dan Ilham ikut serta dalam green campaign yang diadakan Sekolah Alam Bogor dalam melaksanakan bike to school. Jam 6 pagi, langit tampak mendung, sempat ragu membawa Ilham yang didudukkan di kursi rotan, namun semangat untuk ikut dalam acaranya mengalahkan segala cemas sambil berdoa dalam hati semoga hujan tidak mengguyur saat fun bike.

Ilham seperti tak mau ketinggalan, dia bangun paling pagi. Setelah minum susu dan sarapan akhirnya Ilham dengan rapi duduk di kursi rotannya. Langsung tujuan kita Taman Kencana.
Di depan Agripark Taman Kencana sudah menyemut para peserta Fun Bike yang terdiri dari anak2 dan ayah bundanya. Karena masih persiapan akhirnnya menyempatkan ketemu dengan Bapak2 biker dari Topas Cycling Bogor yang udah lama banget ga ketemu.

CFD (Car Free Day) di Sempur sementara ini sudah menjelma menjadi tempat banyak orang mengais rezeki. Menggoda banyak anak tak terkecuali Ilham. Melihat balon warna-warni langsung tangannya menunjuk disertai rengekannya yang khas.. mmmhh..
Meski dirayu dengan berbagai macam cara Ilham tetap keukeuh minta balon. Tapi lalu lihat balon tiup spiderman Ilham berubah pikiran, "Mammaaahh... pengen sepidermeeeennnn....," airmata mulai mengalir memperkuat keinginannya.. duuuhhh...

Mulai Fun Bike, selain Ilham, boneka balon spideman dengan nyaman dipeluk Ilham diatas kursi rotannya. Para marshal yang terdiri dari guru2 dan komunitas bersepeda mulai mengatur anak2 peserta fun bike. "Ayo dua dua yaaa...." katanya. Tapi keramaian dan kesemrawutan jalan raya mulai terasa saat masuk ke jalan Sudirman. Kendaraan bermesin seakan berlomba dan sama sekali tidak memberi kesempatan sepeda untuk bisa jalan dengan nyaman. Mulai semangat anak-anak membuat mereka kurang berhati-hati dan kurang waspada terhadap kendaraan lain. Ada baiknya jika melibatkan anak2 dalam fun bike, satu anak didampingi oleh satu orangtua. Hal ini yang kurang ditekankan oleh panitia. Pun pada saat my friend TARIE ingin mendampingi satu anak yang terlepas dari rombongan, anak tersebut malah mengayuh pedalnya lebih cepat seperti ingin berlomba.. tsktsk..

Cuaca dingin dan hujan gerimis yang mulai turun, untunglah hujan tidak jadi besar. Malah membuat Ilham terkantuk-kantuk sepanjang jalan di kursinya. Boneka spiderman nya dipeluk dan dijadikan bantal.
Sampai di lokasi Sekolah Alam Bogor, hujan mulai turun. Ilham lalu asyik melihat-lihat bangunan Sekolah Alam yang sangat terbuka.
Hujan turun semakin lebat tapi tak mengalihkan perhatian para peserta fun bike dalam workshop tentang 'bersepeda' yang dibawakan oleh Dhani dari Bike to Work Bogor. Sempat pula ternyata ketemu teman SMA yang anaknya bersekolah disana.

Dari fun bike kali ini saya hanya berharap pengguna jalan lain lebih berhati-hati dan menghargai pengendara sepeda. Tidak selalu seperti terburu-buru sruduk sana sruduk sini sampai menyebrang jalan di zebra cross (yg khusus disediakan untuk penyebrang jalan) pun sulit nya minta ampuuunn..
Smangat terus ber-Bike to School !

Wednesday, February 16, 2011

Sheila Majid: Penyanyi Duar Ulang.


Begitu yang diucapkan Sheila Majid dalam konser tunggalnya pada 15 Februari 2011 yang diberi tema "Sheila Majid 25 years Radiance Celebration Live in Jakarta" ketika mengomentari dirinya sendiri yang terkenal dengan lagu yang pernah dibawakan penyanyi Indonesia seperti Anyer dan Jakarta yang pertama dinyanyikan oleh Atiek CB, Begitulah Cinta dan Dia yang dinyanyikan lebih dahulu oleh Vina Panduwinata, Tanda-tandanya hingga Inikah Cinta. Melesetnya Sheila menyebutkan "Daur Ulang" menjadi "Duar Ulang" menjadikan semua penonton yang dapat dipastikan penggemar berat Sheila Majid riuh mengomentari. "oo Daur Ulang..." dengan senyum Sheila memperbaiki kesalahannya dan disambut lagi dengan tepuk tangan meriah.

Sheila Majid yang mengawali karier menyanyinya sejak tahun 1985 dengan album pertamanya bertajuk 'Dimensi Baru' sampai saat kemarin dalam konser 25 tahun karier menyanyinya semakin matang dan sangat 'melayu' dengan sikapnya yang santun. Sikap rendah hatinya dia tunjukkan saat mengapresiasi Odie Agam yang dia panggil 'Agam' sebagai: "friend of mine but much much older than me because he is my older brother's friend" yang dinyatakan berperan sangat besar mengangkat nama Sheila dengan karya-karyanya. Pun ketika Sheila mengapresiasi Vina Panduwinata yang dia sebut sebagai 'panutan' yang karya-karyanya sangat dia sukai dan mempengaruhi karier musiknya. Keduanya didaulat untuk menyanyikan sebait lagu 'Anyer dan Jakarta' serta 'Dia'.

Musisi yang dipilih Sheila untuk mendampinginya malam itu bukan wajah baru, melainkan mereka-mereka yang sudah mendampingi sejak awal kariernya seperti Mac Chew dan Jenny Chin dan Rozhan Aziz. Di tengah-tengah pertunjukan penonton diberi suguhan 'guitar-heroes' dengan duetnya Aziz dan Balawan dari Indonesia, komentar Sheila; "I can bring Indonesian-Malaysian musicians into my stage. Who said we are fighting?" dan kembali disambut dengan teriakan riuh penonton.
Kejutan lain adalah ketika Sheila menyanyikan lagu "Hadirmu" dari album 'Ratu' yang baru kali itu dia nyanyikan dalam pertunjukan live. Lagu ini sempat jadi hits di Indonesia pada saat itu.

Kematangannya dalam dunia nyanyi sangat kental ditunjukkan Sheila malam itu. Mulai dari pemilihan lagu, suaranya yang prima serta sikapnya yang komunikatif membuat penonton merasa larut dalam pertunjukannya. Hampir seluruh lagu yang dinyanyikan Sheila malam itu fasih dinyanyikan para penonton, kalaupun tidak hapal liriknya paling tidak lagunya bisa membuat para penonton bergoyang.
Pertunjukan ditutup dengan 'Legenda' yang menampilkan wajah-wajah budayawan Indonesia yang tak tergantikan seperti Benyamin S, Chrisye, Elfa S., dan Rendra. Terakhir tak lupa 'Sinaran' dengan meriah menutup konser suksesnya malam itu. Jika sudah seperti ini terngiang ucapannya yang 2 kali diulang; "Who said we are fighting?".

Friday, February 11, 2011

Butuh uang berapa untuk menciptakan kebahagiaan??

Untul menjawab pertanyaan itu, saya pasang di status malam ini. Tiba-tiba saya ingin tahu karena melihat foto profil yang dibagi-bagikan teman di FB yang menggambarkan perjalanan mereka ke luar negari, kebersamaan keluarga di tempat wisata, penyaluran hobi yang ber-budget lumayan, sampai penunjukan diri dengan memajang apa yang mereka sudah punya.
Kebahagiaan itu sendiri apa? Sebuah benda keramat yang bisa ditunjukkan ke semua orang atau sebuah rasa yang tidak bisa diperlihatkan wujudnya tapi hanya bisa dirasakan? Apakah sebuah senyum atau tawa bisa kita indikasikan sebagai kebahagiaan? Katanya dengan senyum dan tawa bisa bikin kita awet muda, apakan senyumnya atau perasaan di baliknya?
Ukuran kebahagiaan juga ga jelas. Kalau bahagia bisa dibeli, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk mewujudkannya? Ukuran lagi2 harus jadi bahan pertimbangan jika kita ingin membeli kebahagiaan. Untuk apa Gayus menerima pekerjaan yang sangat beresiko bagi dirinya dan keluarganya? Apakah dia sangat yakin uang bisa membeli kebahagiaan? Kalau kita lihat pertunjukan reality show di televisi, sebuah keluarga bahkan bisa menangis bahagia dengan kiriman sembako atau sejumlah uang yang bisa dihabiskan Gayus dalam hitungan menit bahkan detuk?
Priceless...buat saya untuk mewujudkan kebahagiaan cukup dengan tidak menciptakan kesedihan, tidak mengingat penderitaan dan melupakan apa yang sudah kita korbankan. Senyum yang kita munculkan cerminan senyum hati kita, tawa kita adalah rasa senang dihati yang kita bagi dengan orang yang kita sayangi. Bukan senyum palsu yang kita tunjukkan untuk dapat pujian atau tawa palsu buat sesuatu yang tidak lucu.
Sampai saat ini memang belum ada tempat yang menyediakan dan menjual kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan adalah milik dan hak pribadi seseorang yang tidak bisa diganggu gugat. Saya cukup bahagia bisa merasakan angin menerpa wajah di pagi hari dan bisa sangat bahagia melihat senyum my angels menyebut nama saya; 'Mama..'