Saturday, March 21, 2009

Malu banget...

Waktu saya ingin add Lukas di facebook dia bilang: "WHAT FOR?"... Yaa ampyuuunn malu banget! saya jadi inget waktu George bilang soal friendster dia, dia bilang temen saya ngga banyak.. "I'm not collecting friends.."

Kejadian MEMALUKAN tadi tentu saja ngga bakal terjadi kalau saja saya lebih berhati-hati. Bisa 'NGOMONG' aja ternyata ngga cukup, kita harus juga mempelajari 'kebiasaan' mereka. Ingat soal Collecting friends tadi, mungkin Lukas tidak menganggap saya temannya atau Lukas merasa bukan teman saya. Hubungan kita rekan kerja.

Ada lagi kejadian teman saya, ketika ngobrol ama bule...
Bule: Excuse me, I have a small bussiness..
teman: Dont excuse me, i hope your bussiness will getting big...
(tu bule bingung, soalnya yang dia maksud SMALL BUSSINESS adalah mo ke toilet buat.. pipissss. kebayang kan gimana malunya teman saya tadi...).

Kebiasaan klo tiap pagi saya berangkat ke sekolah, papasan dengan tetangga pasti mereka bertanya ramah.. "Mau Kemana, Buuu...?" lalu saya akan menjawab sama ramahnya, "Ke sekolah, Bu, mariiiii.....".
Tapi coba kita tanya sama bule dia mau kemana, bisa-bisa dia jawab,"THAT'S NOT YOUR BUSSINESS..". Mau kemana dan mau ngapain dianggap urusan pribadi dan bukan hal yang layak untuk ditanyakan. Beda banget ya dengan di negara kita, orang malah dianggap ga sopan kalo ga berbasa-basi seperti itu.

Apakah kebiasaan kita buruk? TIDAK. Berarti kebiasaan mereka yang buruk? TIDAK. Setiap negara punya kebiasaannya sendiri. Untuk mempelajari suatu bahasa ada baiknya kita juga pelajari budaya negara tersebut, sehingga tidak akan terjadi kejadian-kejadian yang memalukan seperti tadi...

Friday, March 20, 2009

Stupid Question.

Satu minggu sekali, native speaker yang mengisi pelajaran B. Inggris di kelas RSBI juga memberi pembelajaran buat guru-guru. Hari Kamis yang lalu adalah pertemuan pertama dengan Lukas sejak dia bergabung menggantikan native yang sebelumnya.

First, we introduce ourselves. After that he questioning us...

Lukas: What is Social Studies? (mata pelajaran saya nih..)

Saya: There're 4 subjects in social studies which are economics, sociology, geography and history.

L: Wow.. thats a lot! fiuuh... biasanya kan dipisahin tuh tiap mata pelajaran? (mendadak Lukas bisa bahasa Indonesia... hehehe)

S: Ya sebelomnya emang misah, Kas (ciee akrab), tapi sekarang kita harus mampu memberi semua materinya, disatuin gitu loooch..

L: wih, kamu harus banyak belajar yaa.. kan materinya ga sedikit.. (ngerti juga ya Lukas, scara dia itu dulu kuliah jurusan bahasa dan jurusan sejarah... PANTES).

And then he told us to make a question for him.. any questions... naon bae lahhh (wahh Lukas bisa bahasa Jawa juga....heheheh).

First question (mungkin karena dia single y..) adalah... "DO YOU HAVE A GIRLFRIEND?" (Ihhh standar banget.. hehehhe). Dan jawabannya adalahhh... "Yes, I have." (yahh kayaknya nyesel deh yang nanya....).

Since he is from Liverpool, Pa Agus wants to know is he interested on football?... terus dia bikin pertanyaan deh...

Agus: One...What do you think about football in Indonesia? Two... what do you think when MU beat 4-1 on Liverpool... (wihh gaya juga nih pa Agus, baru sekali ikutan kursus udah bisa ngajuin 2 pertanyaan! saluut deh Pa..).

Lukas: I think Indonesia should have a football academy for young player, and.. Liverpool tuh yang ngalahin MU! MU yang kalah bukan Liverpool! Liverpool GOOD...

A: (rada kebingungan.. rupanya dia salah baca berita).. ehh heueuh MU eleh... (wahhh keluar deh Sundanesse nya..) Liverpool GOOD nya? (satu suara dia ama Lukas).

Then my TURN.. bingung tuh mau tanya apa, abis pertanyaan standar nya udah diborong ama yang lain.. akhirnya kepikir one stupid question..

Saya: I just wondering.. how come the man from Scottish use to wear skirt? (bener ga? orang skotlandia kan suka pake rok tradisional tuh, namanya KILT.. ).

Lukas: Well, skotlandia adalah daerah pegunungan. Makanya supaya mereka mudah bergerak naik turun bukit, mereka pake kilt, jadi angin bebas masuk mengibar-ngibarkan (kayak bendera aja..) kilt mereka.

S: Apa ga dingin tuhh? scara England aja udah dingin (sampe-sampe kebiasaan ngucapin "sleep tight" sebelum tidur.. maksudnya rapatkan selimut karena udara bakal dipastikan akan dingin!..) ini lagi di gunung.. (liat aja di Bromo, orang sarungan buat ngilangin dingin, ini malah pake rok pendek..)

L: Orang sana kayaknya lebih kuat terhadap dingin. (mungkin udah biasa kale).

S: Oooo... terus tu warna roknya.. Ada pattern sendiri ya?

L: O iya.. i'm half Scottish, my family pattern is.. bla..bla..(Ga apal saya..).

S: looks the same to me...

L: iya c.. tapi beda2 ko....

[To know people tradition is interesting. Hari itu saya BELAJAR dari sebuah pertanyaan bodoh].

Saturday, March 14, 2009

Orang Aneh...

ANEH waktu saya memakai RANSEL untuk membawa buku ke sekolah...
"Masa guru sama ama murid, bawanya ransel!"
"Mau kemping, Bu Guru?!"
Dan beberapa komentar lain, belum lagi 'senyuman manis' di belakang ransel saya. Tapi saya bahagia dengan celoteh mereka, karena dengan ransel semua catatan murid dan buku bisa saya bawa kemana-mana. So, di angkot bermacet-macet ria ngga masalah, selama ada buku...

ANEH waktu saya keranjingan dunia maya, browsing dan chatting berlama-lama..
"Masa guru kerjaannya ceting melulu?!"
"Ngapain sih?! betah amat di depan komputer?!"
Hmm.. tak apa.. barangkali suatu saat mereka bisa mencoba belajar bahasa inggris dengan "ngobrol" di YM (langsung dengan native), ngobrol dengan murid, atau browsing mulai dari bahan pembelajaran sampai teknik mengajar dari dunia maya.

ANEH waktu siswa saya bisa dengan santai curhat, berteriak-teriak memanggil saat saya lewat di depan mereka, atau ikut 'berceloteh' bersama mereka.
"Kayak anak kecil ajah!"
"Kamu tuh jangan terlalu deket sama siswa!"
Saya tidak berubah. Toh dunia anak buat saya adalah dunia yang bersih, tanpa kepura-puraan, jauh dari kepentingan apapun, dan yang terpenting bisa membuat saya belajar lebih banyak. Semoga teman-teman juga ingat bahwa mereka juga PERNAH menjadi anak-anak.

ANEH waktu saya membiasakan berbicara dalam bahasa Inggris dengan semua komunitas sekolah. Dengan rekan guru, rekan di bagian administrasi, Satpam sampai ke Kepala Sekolah.
"Good morniiiiing..."
"Sok Inggris banget!"
Mencintai bahasa sendiri adalah HARUS, menambahnya dengan bahasa lain adalah WAJIB. Saya sedang BERLATIH, dengan harapan suatu saat saya mahir menggunakannya. Kepercayaan saya bahwa jika ingin menguasai suatu bahasa adalah dengan MEMAKAInya adalah TETAP sampai saat ini.

ANEH waktu saya bawa siswa ke lapangan untuk bermain "mencari jawaban" dalam pelajaran SEJARAH.
"Lapangan itu tempat olahraga!"
"Kamu seharusnya izin dulu dong sama guru olahraga!"
Entahlah.. dalam pikiran saya, belajar tidak dibatasi oleh tembok kelas, belajar bisa dimana saja dan lapangan bukan hanya milik guru olahraga. Saya ikut senang melihat anak-anak kegirangan menemukan jawaban yang benar dan meneriakkan yel-yel kelompok mereka.

ANEH waktu melakukan pembelajaran dengan laptop dan LCD, menampilkan power point.
"Pamer..!"
Padahal power point sangat membantu saya yang mempunyai short memory. Pembelajaran jadi lebih terarah...


Tapi itu dulu, TIGA TAHUN yang lalu. Saat ini teman-teman mulai 'menerima' ada satu orang aneh diantara mereka. Barangkali sekarang jumlahnya sudah lebih dari satu...

Friday, March 13, 2009

Lihat Mereka...

Setiap pagi, dalam rangka menghemat, saya 'nebeng' suami sampai stasiun. Dari sana saya berjalan kurang lebih 500 meter menuju sekolah.
Banyak yang saya bisa lihat.
Jika sampai agak pagi, masih tampak satu keluarga, bapak, ibu dan anak perempuan berumur kurang lebih 3 tahun, memberesi bekas tidurnya di emperan toko. Sekali pernah saya lihat anak kecil tadi dengan rambut awut-awutan menenteng karung plastik berisi serpihan kertas kecil-kecil, yang ternyata ia pakai sebagai bantal. Potret kemiskinan. Homeless.

Sekali waktu saya tidak waspada. Ketika sibuk akan menyebrang jalan, tanpa saya sadari ada tangan menggerayangi ransel di punggung. Melayang deh dompet kesayangan pemberian mertua. Walaupun cuman dompet receh berisi uang 700 perak tetep aja bikin kita sedikit masygul. Sudah terkenal kawasan Taman Topi memang tempat mangkalnya 'pick pocket', udah tau gitu masih berani-berani ngelamun... dasarr... Satu lagi potret kemiskinan. Unemployment.

Orang tak waras. Kemarin dia menenteng celananya yang melorot sampai ke lutut... anak2 perempuan SMA yang kebetulan papasan sibuk menyingkir sambil cekikikan.. ga tau tuh apa yang 'terlihat'. Di tempatnya biasa mangkal (yang baunya lebih dari kakus) setiap hari meminta kepada yang lewat.. But nobody notice him.. termasuk saya, sampai hari ini, jangankan memberi, saya tidak pernah (berani) menatap wajahnya. Saya hanya 'melewatinya' setiap hari. Kadang dia terdengar bicara sendiri, kemudian tertawa... begitu lepas... sampai kadang iri juga dia bisa tertawa begitu lepas... seperti tak ada beban... padahal... Potret kemiskinan. Desperation.

Apapun yang saya lihat, saya alami tiap pagi.. membuat saya bersyukur. Saya tidak seperti apa yang saya lihat, saya tidak mengalami apa yang mereka alami. Dan yang lebih bersyukur lagi, ketika saya masih punya tempat di hati untuk 'melihat' mereka.

Perbincangan dengan Pak. Prof.

Satu lagi teman lama yang hadir lewat facebook. Pak. prof yang satu ini punya ingatan yang luar biasa... Walaupun dulu dia termasuk orang yang rada 'gelo', sekarang... tetep.
Beliau kakak kelas di SMA. Ketika masa orientasi dulu beliau salah satu kakak yang 'ditakuti'. Tampangnya sangar, bentakannya maut... ga nyangka bapak yang satu ini jadi dosen...

Malam ini (menjelang pagi), ketika beliau menunggui mahasiswanya ngenet di lab. UI, beliau memberikan pembelajaran buat saya.

Prof; Apa sih SUKSES itu? dimana tempatnya SUKSES? (beliau membuka pembelajaran dengan pertanyaan, ini karena saya bilang bahwa saya sedang belajar memaknai hidup).
Sy; sukses itu kalo kita udah bisa menerima apa yang kita punya. sukses itu tempatnya di hati.
P; ga pake 'kalo', sukses itu ikhlas dengan apa yang kita peroleh. Ukuran sukses juga ukuran Alloh, bukan ukuran manusia. sukses memang tempatnya di hati. So.. berbuatlah dengan niat di hati karena Nya, berikhtiar di jalan yang diridhoi Nya, bermunajat kepada Nya, Insyaalloh hasilnya pasti baik menurut Nya.
S; Nanti dibilang pasrah dong Prof..
P; Nah.. pasrah itu apa?
S; klo kita usaha udah poll... kita pasrah, menyerahkan semuanya kepada Nya.
P; Yang namanya usaha harus optimal, dan pasrah, serahkan hasilnya kepada Nya. Yang penting kalo kita udah punya niat baik, usaha baik, hati senang... hepi...
S; Biasanya suka ada orang yang standing on my path nih, Prof... Nyebelin.
P; Itulah yang namanya syeitan. Wujudnya kan bukan kayak pocong atau genderewo.. tapi berupa 'bisikan'. Dan syeitan akan melakukan apapun untuk menghalangi perbuatan baik manusia. Anggap aja itu sebagai cobaan...
S; Ooo.... jadi intinya... KEEP SMILING ya Prof...?
P; Pinterrrrr.....