Saturday, October 25, 2014

Minuman Berkarbonasi dan Kesehatan.

Judulnya saya buat sama dengan tema Seminar Sehari pada hari Sabtu, 18 Oktober 2014 bertempat di IICC (IPB International Convention Center) yang dihadiri oleh guru se kota Bogor serta teman-teman Pasca Sarjana IPB jurusan Pangan dan Gizi. Hadir ke acara ini dengan pemahaman awal yaitu minuman berkarbonasi berbahaya bila dikonsumsi terlebih oleh anak-anak atau orang yang sudah 'agak' berumur seperti saya karena kandungan gula dan zat lain yang terkandung didalamnya.

Namun ketika PT. Dhimas Joudan Janai sebagai Consulting Company on Food, Nutrition ans Health selaku penyelenggaran menggandeng Coca-Cola Company sebagai sponsor utamanya, tentu rasa penasaran saya tak berkurang dengan adanya pertanyaan di kepala, "so, dimana letak baiknya minuman berkarbonasi?".

Sunday, October 5, 2014

Menguak Harta Warisan Ayah.

Mengetahui ada event Bogor Jazz Reunion yang akan digelar 25 Oktober 2014 mendatang, hari-hari belakangan tone jazz di kepala saya semakin kuat berdetum. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Moksa Event Management ini merupakan event yang saya tunggu.

Jazz begitu kuat pengaruhnya dalam hidup saya, sampai-sampai saya ingin tahu kenapa dan darimana datangnya ketertarikan saya terhadap musik jazz. Titik awalnya membawa saya kembali ke rumah dimana tersimpan harta ayah yang selama ini terlupakan.

Koleksi kaset Jazz Ayah
yang belum terbongkar semua


Ayah saya percayai sebagai sosok yang pertama kali mengenalkan musik pada saya. Walaupun pengakuan Ibu menyatakan sering mendengarkan musik yang easy-listening saat mengandung saya, itupun dari koleksi Ayah. Musik sangat menenangkan bagi para ibu yang sedang mengandung dan kabarnya akan mencerdaskan janin yang dikandungnya. Jadi hari ini selain berterimakasih telah dilahirkan ke dunia, saya patut berterimakasih pada Ibu yang telah menambah kecerdasan saya dengan musik. :)

Ayah telah aktif di dunia musik sejak SMA. Awal kuliah beliau sudah memiliki band yang cukup terkenal di kota kelahirannya, Bandung. Saat itu era 60an dimana musik jazz mempunyai pengaruh yang kuat sehingga menjadi musik yang wajib bisa dimainkan setiap grup band pada masa itu. Alhasil referensi musik ayah banyak didominasi oleh jazz yang dapat dilihat dari koleksi kaset pribadinya yang sampai saat ini masih saya simpan.


Musik selalu hadir di rumah. Musik Jazz bisa jadi adalah jenis musik pertama yang saya dengar selain petikan kecapi yang selalu diperdengarkan ayah untuk menenangkan saya. Ayah bahkan merekam suara ketika beliau bermain kecapi dan saya bersuara di belakangnya seakan bernyayi dengan suara bayi yang khas. Seingat saya di jazz Ayah menyukai Duke Ellington, Ella Fitzgerald, Frank Sinatra, Nat King Cole, Paul Muriat, Sergio Mendez. Belakangan beliau menyukai Bob James, Lee Ritenour dan Four Play-nya, George Benson dan Natalie Cole. Yang agak Pop beliau suka Kenny G, lalu di Indonesia beliau menyukai Idang Rasjidi, Ermi Kullit hingga Iga Mawarni. 
Ella Fitzgerald with Duke Ellington, Stuff Smith,
Ben Webster dan Oscar Peterson.

Begitulah musik jazz mempengaruhi hidup saya. Setiap saat Jazz selalu hadir menemani di pagi hari di hari libur, saat berkendara dengan ayah, sore hari, malam hingga akhrinya album pertama yang saya beli dipengaruhi pula oleh jazz (*Sheila Majid). Hingga saat ini referensi musik jazz dari Ayah masih sering saya dengar di You Tube, ditambah musisi baru yang mendaur ulang lagu lama seperti Michael Buble dan Harry Conick Jr serta grup musik dan penyanyi yang dipengaruhi jazz seperti Simply Red dan Basia.

Karena musik, saya percaya hingga saat ini saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam bermasyarakat atau belajar. Saat mood kita turun cukup mendengarkan musik, dunia serasa indah kembali. Karenanya kita akan terhindar dari stress. Dan terbukti berkali-kali pengetahuan kita tentang musik akan membuka percakapan yang mengasyikan dengan kenalan baru.

Lalu apa hubunganya antara musik jazz dan Bogor? Bogor adalah kota dimana saya dilahirkan. Orangtua saya hijrah ke kota ini sejak tahun 70an. Musik jazz adalah salah satu genre musik yang punya ciri khas penuh dengan improvisasi kadang setiap elemen musik dan vokal seperti bermain sendiri-sendiri.  Walaupun demikian tetap dalam harmonisasi nada yang seringkali hanya bisa dimainkan satu kali untuk kemudian di
mainkan improvisasi untuk lagu yang sama di waktu yang lain. itulah uniknya Jazz, dan itu pula uniknya kota Bogor yang penuh dengan orang yang datang dari berbagai daerah, dekat dengan ibukota Jakarta, tetapi punya ritme yang sangat berbeda dengan Jakarta.

Bogor tidak pernah mengalami pergolakan yang berarti. Suhu politik yang sedang panas di ibukota dijamin tidak akan mempengaruhi suhu di kota Bogor. Itulah Bogor yang seperti irama swing, santai seperti bossanova, dan penuh semangat seperti R&B. Apapun itu, Bogor seperti juga jazz yang aman, nyaman dan tentram dengan masyarakatnya yang dinamis serta harmonis.

Bersepeda di Kebun Raya Bogor salah satu kegiatan yang
Jazzy ;)


Referensi:
http://www.bogorjazzreunion.com/
http://doktersehat.com/pengaruh-musik-terhadap-perkembangan-janin/
http://id.wikipedia.org/wiki/Jazz
http://en.wikipedia.org/wiki/Simply_Red