Saturday, February 6, 2010

Kenapa Kunamai Kamu Ilham...


setelah sembilan taun punya bayi lagi...awalnya kupikir cuma akan merepotkan dan menahan aktivitas yang terlanjur melaju. terbayang derita dan beban yang harus dibawa selama 9 bulan 10 hari, belum lagi akan menaikkan berat badan yang susah payah turun 10 kilo...

Ternyata kamu baik, kamu ga pernah bikin repot, bahkan kamu bikin aku santai dan makan dengan lahap tanpa perasaan bersalah. Awalnya kamu memang bikin aku mual dan sakit kepala, mungkin kamu mau ingatkan aku bahwa kamu mulai tumbuh. Kamu membuat aku minta dibawakan keripik pedas, makan pisang goreng hampir setiap hari dan sangat suka jajan bakso. Kamu membuat bibirku tersenyum terus, melihat semua masalah dengan lucu dan tanpa beban.

Kamu betah sehingga selalu berada dalam posisi tetap. Artinya masalah buat kita karena dokter akhirnya memaksamu keluar dengan cara bedah. Aku jelas takut teringat cerita di media tentang gagal operasi dan peristiwa yang terjadi sesudahnya. Aku ga mau kalau sampai aku ga diberi kesempatan membelai dan memelukmu. Di meja operasi aku sempat gemetar, terbawa cerita andai-andai yang buruk. Tapi aku lebih takut bila sampai rasa takutku membuat kamu takut juga, akhirnya kutarik nafas panjang, berdoa dan terus menyebut namaNya hingga tangis kecilmu memecah pagi yang cerah.

Aku ingin memberi nama yang istimewa dan baik buatmu. Karena banyaknya nama, aku sampai bingung untuk memilih satu. Sampai di umurmu yang 7 hari kamu harus ke rumah sakit untuk meningkatkan bilirubin mu yang rendah. Dalam perjalanan aku berfikir nama apa yang akan aku pakai untuk mendaftarkanmu... ayahmu usul namamu seperti pemain bola Iran Mehdi Mahdavikia.. aku suka nama itu, tapi di akhir ayahmu bilang tidak.. aku bingung lagi...

Sebetulnya aku punya satu nama (tapi saat itu aku lupa) jauh sebelum kamu lahir aku punya perasaan suatu saat aku akan punya anak laki-laki. Walaupun aku tidak terlalu suka menonton sepak bola tapi aku suka gaya dan nama pemain Turki Ilhan Mansiz.. tapi aku pikir pasti orang Indonesia akan salah memanggil Ilhan dengan Ilham.. mmm...
Ilham memang selalu aku tunggu buat mengalirkan apa yang ada di otak menjadi kalimat-kalimat yang bisa memberi makna paling tidak buatku. Ilham.. memberi aku kekuatan mematangkan ide, memberi aku keberanian untuk berbagi, memberi aku harapan akan membuat hidup ini menjadi lebih baik dan semakin baik. Ilham...

Sekarang kamu adalah my sweet Ilham, lewat matamu aku menemukan kekuatan, lewat senyummu aku menemukan kebahagian, lewat tingkahmu ideku selalu mengalir dan celotehmu membuat marahku berubah jadi tawa. My dear Ilham adalah keceriaan yang tak pernah habis, optimisme yang tak pernah berhenti, bahagia yang tak pernah putus. My Ilham, My Inspiration...

1 comment:

Cheryl said...

nice one miss :)
theres no other great power such as a mother's love to her children.