Thursday, December 6, 2012

Bumi Milik Kita.

Ada teman yang sedang tugas ke Jepang bilang bahwa supermarket disana tidak menyediakan kantung belanja, para pembeli diharuskan membeli tas plastik atau tas belanja yang bisa dipakai kembali yang disediakan pihak toko. Para pembeli akhirnya akan memilih membeli tas yang bisa dipakai berulang-ulang supaya lebih hemat dan tak lupa membawanya kembali pada saat belanja berikutnya.

Di Indonesia ada supermarket yang juga menyedikan tas belanja yang bisa dipakai berulang-ulang, sudah menggunakan bahan plastik yang dapat hancur dalam waktu beberapa tahun, sampai menawarkan hadiah bagi para pembeli yang membawa tas belanja sendiri.

Beberapa hal diatas adalah wujud dari perilaku hidup yang lebih perduli terhadap lingkungan. Beberapa waktu lalu saya diundang untuk menghadiri Social Good Summit 2012 yang diselenggarakan oleh UNDP Indonesia, Badan dunia yang memperhatikan masalah-masalah sosial. Tema kali ini mengusung tentang Climate Change, dengan menitik beratkan pada Global Warming, atau lebih kita kenal dengan pemanasan global atau efek rumah kaca. Pembicaraan yang diikuti oleh para Blogger dan media berlangsug dengan hangat dengan moderator mas @anjarisme dari IDBlogNetwork. Cerita lengkapnya ada disini.

Terlepas dari apakah pemanasan global adalah sekedar isu atau sengaja digaungkan negara-negara industri, apakah penyebabnya akibat ulah manusia atau memang sudah gejala alam akibat bumi yang semakin tua, yang pasti sebagai mahluk yang tinggal di bumi, manusia sebaiknya memang berusaha lebih keras untuk membuat lingkungan tempat tinggal yang  (paling tidak) lestari lebih lama.

Usaha yang dilakukan bisa berbagai macam. Bisa dengan membawa tas belanja sendiri, berkomitmen untuk tidak menggunakan wadah styrofoam, bersepeda dan menggunakan kendaraan umum sebagai sarana menghemat bahan bakar, menanam pohon dan lain-lain. Dalam hal melakukan kampanye lingkungan seperti ini, kita tidak bisa mengharapkan feedback secara cepat, karena merubah paradigma atau kebiasaan yang sudah berlangsung sangat lama di masyarakat bukan hal yang mudah.

Hal yang kemudian bisa dilakukan sebagai blogger dan media tentu saja dalam hal penyebaran secara luas green campaign ini. Efeknya kepada para pembaca, followers atau friends akan lebih baik dibandingkan dengan apabila kita melakukan aksi tanpa menyebarluaskannya. Bukan berarti ingin mendapat pujian, tapi semata ingin berbagi informasi dan contoh gaya hidup yang lebih baik.

Beberapa ide muncul dari para peserta diskusi:
1. Berbagi cerita saat melakukan perubahan gaya hidup lebih hijau selama selang waktu tertentu (misalnya selama 1 bulan). Dari hari ke hari bisa kita bagi cerita apa saja yang telah kita lakukan, apakah hal tersebut mempengaruhi gaya hidup kita akhirnya atau bagaimana pandangan masyarakat akan aksi yang kita lakukan. Lalu di akhir tulisan bisa kita bagi efek gaya hidup tersebut, apakah merepotkan atau malah membuat diri kita lebih positif.
2. Membuat sebuah software game tentang lingkungan. Mas @anjarisme mencontohkan dengan permainan membuang sampah yang mungkin bisa berefek cukup baik di kalangan remaja.
3, Membuat sebuah tangga yang bentuknya seperti tuts piano dan berbunyi saat diinjak seperti yang diterapkan di Stockholm dengan judul Fun Theory. Hal kecil ini terbukti membuat orang lebih memilih memakai tangga ini dibandingkan dengan eskalator di sebelahnya. Gaya hidup lebih sehat tercapai.
3. Menanam pohon yang bisa dipantau CCTV sehingga si penanam bisa melihat perkembangan pohon yang ditanamnya setiap waktu.
4. (Ini yang paling saya suka) Mengundang para blogger dan media untuk melihat lebih dekat keadaan alam di lokasi tertentu dan menceritakan kembali lewat blog dan media tentang apa yang dilihatnya. Dengan merasakan sendiri kita bisa lebih mudah untuk menjelaskan kepada para pembaca, followers dan friends apa yang sebenarnya sedang dan akan terjadi selanjutnya apabila kita sebagai manusia tidak melakukan tindakan.

Untuk saya pribadi akan berusaha semampunya melakukan apa yang saya terjemahkan sebagai green living. Membuang sampah pada tempatnya, membeli produk rumah tangga yang bisa diisi kembali, berperan aktif dalam kegiatan 3R di lingkungan rumah, aktif bersepeda ke tempat kerja (bike to work), memilih berjalan kaki daripada berkendara ke tempat yang tidak terlalu jauh, sesedikit mungkin memakai tas plastik, kemasan plastik dan styrofoam dengan membawa tas belanja kain, membeli makanan di tempat atau membawa wadah sendiri. Mudah-mudah seiring waktu, kesadaran untuk mencintai lingkungan kita dapat semakin tumbuh terutama di kalangan generasi muda untuk bumi yang lebih baik di masa yang akan datang, karena Bumi ini milik kita!

Social Good Summit Indonesia 2012 Slideshow: IDBlogNetwork’s trip to Jakarta was created with TripAdvisor TripWow!

No comments: