Wednesday, July 10, 2013

MENYAMBUT KURIKULUM 2013

Pembukaan, tinjauan umum.

Di waktu libur sekolah yang tinggal 1 minggu akhirnya diadakan pelatihan kurikulum 2013. Sangat dekat dengan tahun ajaran baru dimulai ditambah dengan awal Ramadhan karena sebelumnya diawali dengan  pelatihan Widyaiswara, lalu pelatihan Guru Inti dilanjutkan dengan pelatihan Guru Sasaran yang sekarang sedang saya ikuti. sebagai informasi penerapan kurikulum 2013 akan diberlakukan di sekolah eks-RSBI dan beberapa sekolah yang ditunjuk.


Di tahun ajaran baru mendatang mata pelajaran yang biasa saya ampu yaitu TIK tidak nampak digantikan oleh Prakarya. Kenyataannya di tempat pelatihan ini, sebagian besar guru prakarya yang ditunjuk adalah sebelumnya merupakan guru TIK dan/atau PTD.

Acara pembukaan berisi paparan mengenai apa dan kenapa kurikulum 2013 harus segera diimplementasikan. Secara garis besar Dr. Wahidin, M.Sc dari .. (mohon maaf, MC begitu cepat membacakan data beliau sehingga kurang jelas dan nama beliau tidak tertera di buku panduan diklat), kurikulum 2013 bertujuan untuk menyempurnakan teori kognitif Bloom dengan teori Andersen dengan menambahkan kemampuan kreasi-inovasi atau dengan kata lain menerapkan "Higher order thinking" sehingga siswa mampu berdaya kreasi untuk menciptakan sesuatu yang baru.


Selanjutnya ditunjukkan bahwa Indonesia pada periode 2010-2030 secara demografis memiliki jumlah penduduk usia produktif paling tinggi. Sehingga pembenahan kurikulum harus segera dilakukan untuk menyiapkan generasi emas di tahun 2030-2050.

dari sejumlah evaluasi yang dilakukan oleh TIMSS atau PISA, kemampuan anak didik Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya kemampuan bernalar serta kurangnya kesempatan bicara. Kemampuan bernalar yang dimulai dengan cara berfikir ilmiah sehingga anak didik mampu melakukan "self founding" dengan metode pembelajaran "discovery learning". Guru harus memberi ruang seluas-luasnya untuk anak bicara sehingga peran guru sebetulnya akan lebih sebagai fasilitator.

Kemampuan anak didik untuk berkreasi akan sangat dipengaruhi institusi tempat dia belajar. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Dyers, J.H (2011) bahwa 2/3 kreatifitas dihasilkan melalui pendidikan sementara 1/3 lainnya diperoleh dari genetika atau bawaan. Sehingga pemberian kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkreasi adalah wajib hukumnya sehingga se-nyleneh apapun pendapat dan karya siswa harus diberi tempat. kecenderungan guru untuk terpancing berceramah dialihkan menjadi pertanyaan "apa" dan "mengapa".

Intinya adalah, Kurikulum 2013 ingin menyiapkan anak didik untuk menghadapi masa depan dengan menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif yang dapat diperoleh melalui kemampuan Observing (mengamati); Questioning (bertanya); Associating (bertanya); Experimenting (mencoba) secara personal yang kemudian dilanjutkan dengan networking secara inter personal. Yang bila dipersamakan dengan nilai-nilai pendidikan era Ki Hajar Dewantara bahwa guru bisa melatih muridnya sehingga bisa niteni (mengamati), nirokni (menirukan) dan nambahi (menambah dengan kreasi baru). Dengan pemahaman yang utuh mengenai Kurikulum 2013 diharapkan tercipta masyarakat yang mengusung kearifan lokal yang mempunyai nalar sama secara nasional dan akhirnya akan berpentas sukses di dunia internasional.

Baik, itu teorinya. Doa saya semoga ini tidak hanya indah sebatas teori saja, Aamin...

No comments: