Saturday, January 31, 2009

Protes..

Finally ada hari yang berbeda dengan hari-hari biasa. Ini terjadi hari Jumat yang lalu.

Ketika jam istirahat, saya dan Miz. KK (guru B. Inggris yang kebetulan GTT) sedang berbincang di ruang lab. bahasa tiba-tiba dikagetkan oleh datangnya serombongan anak-anak kelas 7. Seluruh anggota kelas mendatangi lab. bahasa.

"Miss.. kenapa Miss ga mau ngajar kita lagi??" salah seorang bertanya kepada Miz. KK.
"Ngga mau kenapa?" Miz KK malah ikutan bingung, pasalnya tak ada pemberitahuan dari siapapun tentang perubahan jadwal mengajarnya.
"Ini liat, Miss, diganti sama pa **********, kita g mau MIzz..." wajah mereka tampak memelas sambil memperlihatkan jadwal pelajaran yang baru..
"Gini aja .. Nanti saya bicarakan dulu dengan kurikulum ya.. ,"Miz KK berusaha tenang.
"Tapi Miss.....," mereka masih tampak tak puas, tapi akhirnya hanya bisa pasrah.

"Wah.. saya ga tau apa-apa soal ini Bu..," Miz KK bilang pada saya.
"Not even from your coordinator?" saya sedikit tak percaya.
"Not even from her.. i only teach one class. I lost 2 classes..." she sighed.. menarik nafas panjang.
Yang biasanya kami lakukan adalah.. diam bak emas..

Akhirnya kami berdua mencari kepastian tentang hal tersebut ke ruang guru. Disana terjadi kehebohan karena ternyata tak seorang pun diberitahu adanya perubahan jadwal mengajar tersebut. Whattt???
Tapi hal tak layak itu saya biarkan lewat karena ada hal yang menarik lain.

Dua orang walikelas menerima protes dari anak-anak kelasnya.
"Mz. KK, anak-anak tadi tanya sama saya, katanya salah mereka apa sampai Miss ga mau ngajar mereka lagi?" salah satunya berkata.
"Anak-anak saya juga Miss, malah mau pada protes sama Principal lo," yang lain menguatkan cerita rekannya.
"Aduh, maaf Bu, saya baru tau dari anak, jadi 'kumaha atuh' Bu?" Miz.KK bingung.

Tak ingin lama dalam kebingungannya, Mz. KK langsung menuju ke ruang kurikilum. Ternyata disana ia menemui sejumlah guru yang juga ingin menanyakan tentang 'kebijakan' pembuatan jadwal baru. Akhirnya setelah menunggu beberapa saat Mz. KK punya kesempatan BICARA.

Ternyata alasan PENGGESERAN tersebut karena pa *********** harus tatap muka dengan siswa 24 jam pertemuan, dalam rangka sertifikasi yang didapatnya.

Mz. KK ditawarkan untuk team teaching dengan pa ************, Mz. KK menolak.
(Beberapa waktu lalu Mz. KK pernah bekerja sama dengan beliau. Hasilnya bukan team work yang didapat Mz. KK melainkan menjadi ANDALAN dalam pengertian negatif).

Mz. KK 'dihibur' dengan janji tahun pelajaran yang akan datang mendampingi guru TIK RSBI yang wajib disampaikan dalam bahasa Inggris. Mz. KK menolak.
(Mz. KK kuliah di Fakultas Pendidikan jurusan B. Inggris. Mengajar mata pelajaran lain diartikan tidak profesional olehnya).

Hal ini terbawa sampai meja pa KEPSEK karena bagian kurikulum 'tidak bisa memutuskan' sendiri.
Mz. KK dihadapkan dengan pa KEPSEK.

"Pa ********* harus TM 24 jam, pa, syarat sertifikasi guru," kata bagian kurikulum.
"Team teaching bagaimana?" Pa Kepsek mencari solusi.
"Maaf pa, saya tidak mau saling mengandalkan," diplomasi singkat Mz. KK.
"2 kelas protes ya, Bu?" Pa Kepsek ingin penjelasan.
"Ke walikelas masing-masing dan langsung pada saya juga," Mz. KK memberi penjelasan.
"Tapi bagaimana pa dengan.....," kurikulum berusaha meneruskan kebijakannya, tapi dipotong oleh pa Kepsek.
"Kita bicara soal kepentingan anak, pa. Jika anak sudah merasa nyaman dengan seorang guru dan menolak untuk diajar guru yang lain, kenapa kita harus memaksakan?" ...

Two thumbs up buat Pa Kepsek. Akhirnya Mz. KK masih bisa bersama dengan murid-muridnya. Semoga saja kebijakan-kebijakan Bapak yang selanjutnya tetap memihak pada KEPENTINGAN SISWA.

Saya kemudian berfikir.. apakah diam itu tetap emas?

7 comments:

alifiaonline said...

Bu guru, izin blognya saya link ya....

Michelle Lee said...

silahkan, Bu, suatu kehormatan buat saya bisa sharing dengan Ibu..

ipeh si bocah said...

misselll.....seru deh blog'aaa...hehe..
diam tu ga selamanya emas...

jadiin link yaaa

I'm in Mind said...

jujur yach.....diam mang selalu emas kok.....

ada saat kita untuk berdiam diri, namun ada saatnya kita untuk bicara apa yang ada tentang suatu permasalahan.....

di satu sisi, kalau kita diam, masalah kita ini gga khan selesai....so,

pilih yang mana?????

hehehehehehehehehe

My World, My Life said...

still confused with them...

nuii purpleholic said...

missell ! blognya seruu ! hehe :)

Alvin Oktarianto said...

Have You ever been view my blog again??