Saturday, December 3, 2011

Tentang Moving Class

Tahun pelajaran ini sekolah kami mencoba menerapkan moving class. Moving class adalah keadaan dimana guru tinggal di kelas dan murid yang mendatangi kelas sesuai dengan mata pelajarannya. Tujuan moving class adalah untuk membangun kualitas pembelajaran dengan cara meningkatkan kreatifitas guru untuk mengelola dan mengkondisikan kelas sesuai dengan  mata pelajaran. Di setiap kelas guru bebas mengkreasikan kelasnya sedemikian rupa sehingga cocok dengan mata pelajaran yang dibimbingnya. Dengan kondisi kelas yang demikian diharapkan siswa segera terbawa dan siap untuk menerima materi.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu memberikan pembelajaran, karena guru tetap tinggal di kelas dan tidak terganggu hal lain.
Meningkatkan disiplin guru dan siswa dalam pengertian, guru dituntut untuk hadir lebih pagi karena tanggung jawab ruangan ada di tiap guru sehingga mereka harus datang lebih pagi. Bagi siswa, mereka ditekankan untuk selalu datang tepat waktu, kalaupun ada toleransi waktu, berikan jeda yang wajar.
Dapat meningkatkan keterampilan dalam mengkreasikan pembelajaran menggunakan media pembelajaran.
Dengan demikian diharapkan akan memotivasi siswa untuk bersikap lebih terbuka terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (tautan).

Namun ada beberapa hal sebelum memutuskan memberlakukan moving class. Yang pertama, pastikan sarana dan prasarana pendukung dapat dipenuhi oleh sekolah dan dikelola dengan baik oleh guru mata pelajaran. Kebutuhan untuk mengkondisikan kelas kadang terbentur oleh besarnya dana yang diperlukan.
Yang kedua, yang penting disediakan adalah loker siswa, karena siswa akan terbebani oleh buku-buku pelajaran yang harus mereka bawa berkeliling sekolah setiap harinya.
Ketiga, perlu juga dipertimbangkan jeda yang terjadi di setiap pergantian mata pelajaran. Beberapa siswa mungkin memanfaatkan waktu jeda untuk ke kantin (yang tidak diperbolehkan saat waktu pembelajaran). Atau bahkan tidak hadir di jam berikutnya bagi guru yang tidak terlalu ketat dengan cek kehadiran. Keempat, ketersediaan jalur lalu lintas siswa yang cukup luas sehingga tidak menyebabkan keriuhan saat ganti pelajaran yang dapat menyebabkan terlambatnya siswa hadir di kelas. Keadaan bangunan yang lebih dari satu lantai bisa juga menyebabkan siswa kelelahan apabila harus naik dari lantai satu ke lantai 4 misalnya dalam waktu yang singkat.

Kelima, berkurangnya rasa tanggungjawab dan memiliki siswa terhadap kelas-kelas yang dikunjunginya. Siswa menjadi acuh tak acuh terhadap kebersihan kelas yang ditempatinya atau cenderung menyalahkan kelas sebelumnya yang mengotori kelas. Yang lebih berbahaya apabila siswa melanggar batas area guru yang seringkali berisi data tentang siswa. Bisa saja terjadi barang milik guru kemudian hilang. Keenam, Pembiasaan piket kebersihan setiap hari jadi sulit dilakukan dan akhirnya beban terberat ada di petugas kebersihan sekolah dan guru itu sendiri.

Guru dalam hal ini walaupun sudah memiliki ruang kelas sendiri, tetap membutuhkan satu ruang khusus untuk guru (ruang guru) tempat untuk guru bekerja mengolah pekerjaan administrasi berupa nilai yang sifatnya sangat pribadi. Selain itu mengelola satu ruang yang harus dikondisikan sedemikian rupa dapat membuat tekanan yang cukup berat bagi seorang guru. Penyediaan sarana relaksasi dan dapur khusus untuk guru sedikit banyak dapat mengurangi tekanan tersebut.

Kendala yang ditemui pada saat pelaksanaan moving class dapat diatasi apabila seluruh komponen sekolah membicarakan terlebih dahulu serta melakukan analisa menyeluruh tentang kesiapan pelaksanaan moving class dari berbagai kondisi. Jika kemudian diberlakukan terlebih dahulu baru masalah yang timbul diatasi kemudian, dikhawatirkan kelangsungan moving class tidak berjalan semestinya dan berumur pendek.
Namun harapan untuk pelaksanaan yang semakin baik selalu menjadi penyemangat, Chaiyo! 

No comments: